Guru Besar IPB University sekaligus pakar forensik kebakaran hutan, Bambang Hero Saharjo, mengingatkan potensi kebakaran hutan dan lahan pada 2026

Guru Besar IPB University sekaligus pakar forensik kebakaran hutan, Bambang Hero Saharjo, mengingatkan potensi kebakaran hutan dan lahan pada 2026

Guru Besar IPB University sekaligus pakar forensik kebakaran hutan, Bambang Hero Saharjo, mengingatkan potensi kebakaran hutan dan lahan pada 2026

Guru Besar IPB University sekaligus pakar forensik kebakaran hutan, Bambang Hero Saharjo, mengingatkan potensi kebakaran hutan dan lahan pada 2026 berisiko meningkat seiring indikasi El Nino berintensitas tinggi. Peringatan disampaikan saat peninjauan karhutla di Desa Sekodi, Kabupaten Bengkalis, 3 April 2026. Pemanasan suhu permukaan laut di Pasifik tropis dapat melampaui 2 derajat Celsius dan memicu kekeringan panjang. Tren ilmiah menunjukkan potensi kondisi mendekati periode 1997–1998.

Pengendalian karhutla difokuskan pada pencegahan melalui deteksi dini dan respons cepat berbasis pemantauan titik panas. Kesiapan sarana serta koordinasi lintas sektor menjadi faktor penting, mengingat keterbatasan peralatan masih terjadi di sejumlah daerah. Wilayah rawan mencakup Sumatra, Kalimantan, dan Nusa Tenggara yang berpotensi mengalami kemarau lebih awal. Informasi resmi dari BMKG menjadi acuan utama bagi masyarakat dalam mengantisipasi dampak asap.

Peristiwa El Nino 1997–1998 tercatat sebagai salah satu yang terkuat dalam sejarah modern, ditandai kenaikan suhu permukaan laut di Pasifik tengah hingga sekitar 2,5–2,7 derajat Celsius di atas normal. Dampaknya memicu kekeringan ekstrem di Asia Tenggara, termasuk Indonesia, yang berujung pada kebakaran hutan dan lahan skala besar, terutama di Sumatra dan Kalimantan. Luas area terbakar diperkirakan melampaui 10 juta hektare, disertai kabut asap lintas negara yang mengganggu kesehatan, transportasi, dan aktivitas ekonomi di kawasan.

Sumber : https://www.instagram.com/p/DWt4297lIgM/?igsh=MWt1cHA3azVsajl1dg%3D%3D