Fakultas Kehutanan dan Lingkungan

0251- 8621677

fahutan@apps.ipb.ac.id

Jalan Ulin, Kampus IPB Dramaga Bogor Jawa Barat 16680
16 Sep 2022

Orasi Ilmiah Guru Besar 17 September 2022

Sidang Terbuka Institut Pertanian Bogor dengan acara khusus Orasi Ilmiah Guru Besar pada hari Sabtu, 17 September 2022 menghadirkan tiga guru besar dengan masing-masing judul orasi yang akan disampaikan sebagai berikut:

Prof. Dr. Ir. Suryo Wiyono, M.Sc.Agr.
GURU BESAR TETAP FAKULTAS PERTANIAN
“Bioprospeksi Mikrob untuk Perlindungan Tanaman dan Pertanian Adaptif Menuju Kemandirian Bangsa”

Prof. Dr. Ir. Jarwadi Budi Hernowo, M.Sc.
GURU BESAR TETAP FAKULTAS KEHUTANAN DAN LINGKUNGAN
“Konservasi Burung bagi Kehidupan Manusia” 

Prof. Dr. Ir. Drajat Martianto, M.Si.
GURU BESAR TETAP FAKULTAS EKOLOGI MANUSIA
“Fortifikasi Pangan untuk Pencegahan Kelaparan Tersembunyi dan Peningkatan Kualitas SDM Indonesia”

15 Sep 2022

Mahasiswa IPB Buat Program MILESTONE, Cegah Kelahiran Bayi Stunting

Tim Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) bidang Pengabdian Masyarakat IPB University yang diketuai Hasna Sri Aprilianti memaparkan, kondisi balita kurang gizi di Indonesia masih sangat mengkhawatirkan, bahkan 1 dari 4 balita di Indonesia mengalami stunting.

Menurut Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor (2012), Desa Ciaruteun Udik, Kecamatang Cibungbulang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat menjadi salah satu kantung besarnya prevalensi anak stunting.

Kemudian permasalahan yang dihadapi oleh mitra yaitu rendahnya pengetahuan dan keterampilan ibu-ibu hamil dalam pemenuhan gizi sehingga asupan gizi selama masa kehamilan menjadi kurang baik, ibu-ibu hamil yang cenderung memiliki pola makan yang malnutrisi, serta program yang ada desa tersebut hanya berupa sosialisasi terkait stunting serta pemberian biskuit hamil bagi ibu hamil dan biskuit MPASI untuk balita.

“Oleh karena itu, Milestone hadir sebagai solusi untuk menyelesaikan permasalahan tersebut. pelatihan kreativitas baru berupa budidaya ikan dalam ember dan budidaya microgreens serta olahan makanan bergizi berupa bubur lele, lele bumbu kuning dan olahan pangan lainnya,” kata ketua tim, Hasna.

Pelatihan ini merupakan solusi tepat guna untuk memenuhi keterampilan ibu-ibu kader dan ibu-ibu hamil karena mudah dalam implementasinya dan dapat menjadi peluang usaha bagi pihak mitra.

Alasan kenapa budikdamber lele dan microgreens dipilih karena kandungan pada ikan lele diyakini dapat membantu tumbuh kembang janin termasuk stunting. Lele juga mengandung 40 persen asupan vitamin B12 yang diperlukan tubuh. Selain itu nutrisi dalam microgreens diklaim mencapai 40 persen lebih banyak dibanding sayuran saat usia panen atau matang.

“Metode budidaya ikan dalam ember sudah menjadi teknik budidaya yang sangat umum. Namun, hal yang membuat program kami unik yaitu budidaya ikan dalam ember dengan tanaman microgreens, karena tanaman microgreens belum pernah digunakan dalam metode budikdamber ini,” tuturnya.

“Hal ini dapat diaplikasikan untuk menghemat waktu panen tanaman microgreens dengan kandungan gizi yang tentu lebih tinggi,” tambah tim PKM IPB itu.

Kemudian tim PKM yang dianggotai Censa Amelia Febriyanti, Azzahra Putri Santi, Gallant Son Moslem, Rifqi Hafidz Ash Shiddiq, dan dibimbing oleh Dr. Ujang Suwarna MSc FTrop membuat program MILESTONE (Microgreens Lele Stunting One).

MILESTONE merupakan program penguatan mindset dan keterampilan budikdamber lele dan microgreens sebagai upaya pencegahan kelahiran bayi stunting di Desa Ciaruteun Udik.

“Tujuannya menyediakan program penguatan kapasitas pengetahuan dan keterampilan bagi ibu-ibu hamil sebagai upaya pencegahan kelahiran bayi stunting serta melatih ibu-ibu hamil dalam mengolah pangan bergizi dari lele dan microgreens,” katanya.

Tahapan program Milestone yang terdiri dari sosialisasi program, love method, pretest, pembuatan media budikdamber serta pelatihan budikdamber lele dan microgreens, pelatihan olahan makanan bergizi dari lele dan microgreens, pelatihan manajemen usaha, foodfair dan closing program, serta lokakarya nasional dengan komunitas penggiat stunting.

“Dari hasil implementasi program yang telah dilaksanakan yaitu terjadinya peningkatan dari segi pengetahuan, sikap dan keterampilan ibu-ibu kader dan ibu-ibu hamil. Mereka juga telah mandiri dalam memproduksi olahan pangan bergizi dari lele dan microgreens,” ungkapnya.

Menurut tim PKM ini, kegiatan tersebut dapat bermanfaat untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu-ibu hamil dalam pengelolaan microgreens dan budikdamber lele sebagai salah satu upaya pencegahan stunting dan pemenuhan gizi. (*)

Editor: Rany

Sumber: https://www.radarbogor.id/2022/08/28/mahasiswa-ipb-buat-program-milestone-cegah-kelahiran-bayi-stunting/

15 Sep 2022

Mahasiswa IPB University Ciptakan Mycosa, Mulsa Organik yang Mudah Terurai

Mahasiswa IPB University berhasil menciptakan inovasi mulsa organik untuk produk tanaman hortikultura. Mulsa organik ini diklaim lebih unggul dibandingkan mulsa organik yang sudah ada maupun mulsa plastik.Melalui Program Kreativitas Mahasiswa (PKM), Gintan Fatimah, Mita Sugiarti, TB Aditia Rizki, Mentari May Syachanna dan Anra Talpa membuat mulsa organik Bernama Mycosa.Menurut Anra, mulsa adalah material pertanian yang menutupi tanaman budidaya yang dimaksudkan untuk menjaga kelembaban tanah serta menekan pertumbuhan gulma dan penyakit. Mulsa juga dapat menjaga tanah dari erosi sehingga struktur dan komposisi tanah dapat terjaga.“Penggunaan mulsa di dunia pertanian sudah menjadi trend sejak lama, banyak petani di Indonesia sudah memanfaatkan mulsa untuk meningkatkan produktivitas pertaniannya. Terdapat dua jenis mulsa yang dikenal di dunia pertanian, yaitu mulsa organik dan mulsa plastik,” ujarnya.Di bawah bimbingan Ir Fahrizal Hazra, MSc, Anra dan tim kemudian mengembangkan Mycosa. Menurut Anra, biomulsa pertama di dunia ini memiliki tiga keunggulan utama. Yaitu terbuat dari bahan organik yang melimpah, dapat meningkatkan efisiensi serapan hara dan dapat terurai dalam satu kali siklus panen hortikultura.

“Mycosa merupakan produk biomulsa yang terbuat dari bahan yang melimpah di Indonesia yaitu kelobot jagung dan kertas bekas. Berdasarkan penelitian, kelobot jagung merupakan limbah organik yang baik digunakan sebagai film mulsa. Kertas bekas juga memiliki kemampuan yang baik dalam menjaga kelembaban tanah. Selain itu, penggunaan klobot jagung dan kertas bekas untuk Mycosa ini bisa menjadi solusi permasalahan limbah klobot dan kertas di Indonesia,” ujarnya.Ia menambahkan, Mycosa juga dilapisi dengan Mikoriza MZ 2000 yang dapat meningkatkan efisiensi penyerapan hara. Mikoriza merupakan simbiosis antara fungi dan akar tanaman yang dapat meningkatkan penyerapan hara, meningkatkan penyerapan air, memproduksi senyawa perangsang pertumbuhan, menjaga tanaman dari patogen, serta memperbaiki struktur tanah.“Keunggulan lain dari Mycosa adalah didesain terurai dalam satu kali siklus panen (3-4 bulan). Hal ini dapat menjadi solusi dari permasalahan mulsa plastik yang sulit terurai sehingga berpotensi menjadi limbah pertanian. Penggunaan mulsa Mycosa dapat menjaga lingkungan dari limbah pertanian,” imbuhnya.

Sejak Juli 2022, katanya, Mycosa sudah diproduksi secara massal dengan lokasi produksi di Bogor, Jawa Barat. Terdapat dua jenis Mycosa yang sudah diproduksi yakni Mycosa varian pot dan Mycosa varian guludan. Mycosa juga sudah bisa dibeli di berbagai marketplace di Indonesia seperti Shopee, Tokopedia, dan Whatsapp.“Informasi mengenai mycosa lebih lanjut dapat dilihat di akun official Instagram dari Mycosa yaitu Instagram.com/mycosa.id dan akun official Facebooknya di Mycosa Biomulsa. Mari suburkan tanaman kita semua dengan memakai Mycosa,” pungkasnya. (**/Zul)

Sumber: https://kumparan.com/news-release-ipb/mahasiswa-ipb-university-ciptakan-mycosa-mulsa-organik-yang-mudah-terurai-1yojKE8zwg5/full

01 Sep 2022

Fahutan IPB University Gelar Pelatihan Konseling Sahabat Sebaya

Satuan Tugas (Satgas) Kesehatan Mental, Fakultas Kehutanan dan Lingkungan (Fahutan) IPB University mengadakan Pelatihan Konseling Sahabat Sebaya, (27/8) di Ruang Sidang Sylva, Kampus IPB Dramaga, Bogor. Sahabat sebaya Fahutan adalah mahasiswa volunteer (relawan) yang membantu mahasiswa lainnya dalam menghadapi masalah. Peserta pelatihan berjumlah 23 sahabat sebaya yang terdiri dari mahasiswa Fahutan angkatan 54 sampai 57 yang telah melalui tahapan seleksi dan 8 anggota Satgas Kesehatan mental. 

“Sahabat sebaya adalah konselor sebaya yang dipilih dari mahasiswa Fahutan dan akan membantu dalam kegiatan Satgas Kesehatan Mental di fakultas terkait penanganan kesehatan mental mahasiswa. Sebagai sesama mahasiswa, sahabat sebaya diharapkan memiliki  kemudahan dalam interaksi dengan mahasiswa yang memiliki masalah,” ucap Dr Yeni Aryati Mulyani, Ketua Satgas Kesehatan Mental Fahutan.

Kegiatan ini dihadiri Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Fahutan, Prof Noor Farikhah Haneda. Dalam sambutannya, ia mengatakan bahwa program penanganan kesehatan mental di Fahutan sebelumnya telah dilaksanakan, tetapi belum berjalan secara maksimal.

“Sehingga pada tahun ini dilakukan perubahan metode dengan melibatkan mahasiswa. Harapannya, Sahabat Sebaya dapat lebih dekat dengan mahasiswa yang memiliki masalah dalam kesehatan mental,” ujarnya.

Hadir dalam kegiatan ini, Dr Melly Latifah, Dosen Departemen Ilmu Keluarga dan Konsumen, Fakultas Ekologi Manusia, IPB University sebagai narasumber. Dalam pelatihan ini, Sahabat Sebaya diberikan bekal agar bisa menanggapi setiap cerita maupun masalah yang dihadapi mahasiswa. Materi yang diberikan termasuk pembekalan dalam menerima curahan hati yang dikelola secara profesional (based on science).

“Sahabat Sebaya diharapkan dapat menjadi konselor yang paham dan mengerti pendekatan yang tepat terkait penanganan kesehatan mental mahasiswa,” ujar Dr Melly. (*)

Published Date : 30-Aug-2022

Narasumber : Prof Noor Farikhah Haneda

Sumber : https://ipb.ac.id/news/index/2022/08/fahutan-ipb-university-gelar-pelatihan-konseling-sahabat-sebaya/5d5ecd6515b23b3ffdea6707180bd31c

22 Aug 2022

Pengabdian Masyarakat Ke Yayasan Bina Tauhid Darul Miftahudin, Mahasiswa IPB Dorong Kemandirian Penyintas ODGJ

Dorong kemandirian penyintas Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ), Mahasiswa IPB University menjalani Program Kreativitas Mahasiswa Pengabdian Masyarakat (PKM-PM).

Berpusat di Yayasan Bina Tauhid Darul Miftahudin, Kampung Hambaro RT 03/7, Desa Hambaro, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor, para penyintas dibekali keterampilan, ilmu pertanian hingga kepercayaan diri agar dapat kembali diterima di tengah masyarakat.

“Berawal dari keresahan kami melihat ODGJ, kami merasa iba dan berempati, mereka sebagai manusia, selalu disisihkan dan dipandang sebelah mata, padahal mereka memiliki hak yang sama seperti kita,” ungkap Ketua Tim PKM-PM IPB University, Fira pada puncak kegiatan tersebut, Ahad,(21/8/2022).

Program ini difokuskan untuk mendorong para penyintas agar dapat hidup tanpa bergantung lagi dengan orang lain, dan hidup secara mandiri dalam kehidupan sosial.

“Program ini juga untuk mengasah kepercayaan diri penyintas dan mengasah kesadaran masyarakat umum agar bagaimana memanusiakan manusia,” jelas Fira.

Lebih jauh Dosen Pembimbing Fakultas Kehutanan dan Lingkungan IPB University, Adisti Permata Sari menjelaskan, banyak dari ODGJ yang telah sehat, tidak diterima ketika kembali ke masyarakat akibat kurangnya kepercayaan dan dukungan dari keluarga.

Sehingga, program ini menargetkan para penyintas ODGJ agar dapat bertahan hidup dan diterima dengan bekal yang dimiliki.

“Kami di sini tentunya tidak bisa bekerja secara sendiri, memerlukan bantuan semua stakeholder yang ada, oleh karena itu kami di sini sebagai fasilitator mitra dan masyarakat sekitar,” jelasnya.

Di tempat yang sama, pendiri Yayasan Bina Tauhid Darul Miftahudin, Ropiudin Sukarta Dirdja mengapresiasi program mahasiswa IPB tersebut. Selain bermanfaat bagi para penyintas, program ini juga menjadi penyambung antara yayasan dengan pemerintah maupun swasta.

“Manfaatnya tidak hanya dirasakan oleh kami, namun juga masyarakat petani di desa ini, mereka membagikan bibit pohon buah dan kayu, mudah-mudahan dari perguruan tinggi lain juga terpanggil untuk membantu masyarakat desa ini,” harapnya.

Sejak 12 tahun berdiri, kata Ropiudin, yayasannya telah menyembuhkan 1029 ODGJ. Saat ini, ada sebanyak 105 ODGJ dan 35 Orang Terlantar yang berada di yayasannya. Dengan luas lahan dan fasilitas yang terbatas, dirinya mengharapkan uluran tangan yang perduli akan nasib para ODGJ.

“Sebab ODGJ punya hak yang sama, mereka hanya sedang sakit, butuh arahan dan bimbingan kita, jadi bagaimanapun mereka adalah tanggung jawab bersama. Maka bagi yang perduli, bantu kami dengan cara apapun,” tandasnya.

Editor: Rany

22 Aug 2022

Keren, Mahasiswa Fahutan IPB University Raih 3 Penghargaan di Kompetisi Penulisan Ilmiah Internasional

Tiga mahasiswa Fakultas Kehutanan dan Lingkungan (Fahutan) IPB University berhasil merebut kejuaraan pada kompetisi internasional bertajuk “The Role of Youth in Achieving Sustainable Forest & Environmental Management in New Normal Era”, (8-9/8). Ketiga mahasiswa tersebut menduduki peringkat ke-3, peringkat Harapan I dan II.

Kompetisi ini merupakan rangkaian dari The 3rd International Summer Course on Forestry and Environment dengan tema “Sustainable Forest and Environmental Management in New Normal Era: Conservation, Biodiversity, and Culture (ForSC2022)” yang diselenggarakan secara virtual oleh Fahutan IPB University. Kegiatan ini diikuti 81 peserta dari 6 negara, yakni Indonesia, Malaysia, Nigeria, Nepal, Pakistan dan Filipina.

“Ketiga mahasiswa tersebut diharuskan membuat short article yang kemudian diseleksi oleh tim penilai. Lalu top five dengan nilai terbaik diumumkan untuk bertarung di babak final. Mereka harus mempresentasikan ide/gagasan yang ditulis kepada para juri. Yakni Dr Pranab J Patar dari Global Foundation (India), Dr Eva Rachmawati (Indonesia), dan Muhammad Iqbal Maulana (Wageningen University and Research, Netherlands),” ujar Dr Adisti PP Hartoyo, Dosen Fahutan IPB University. 

Muhammad Raihan Santoso, mahasiswa dari Departemen Manajemen Hutan IPB University yang meraih juara ke-3 mengusung ide tentang Mangroves for Carbon Sequestration and Tourism Potential. Isu ini menjadi sangat menarik di tengah isu global perubahan iklim.

Giannisa Salsabila K, mahasiswa dari Departemen Hasil Hutan yang meraih juara Harapan I mengangkat tema The Role of Youth in Achieving Sustainable Forest and Environmental Management in New Normal Era. Sedangkan Maulana Zaki mahasiswa Departemen Silvikultur meraih juara Harapan II mengangkat tema Malapari Oil as An Alternative To Biodiesel Fuel. Mereka berkompetisi dengan para peserta baik dari luar negeri maupun dalam negeri. (*)

Published Date : 17-Aug-2022

Narasumber : Muhammad Raihan Santoso

Kata kunci : Fahutan, IPB University, summer course, mahasiswa

Sumber: https://ipb.ac.id/news/index/2022/08/keren-mahasiswa-fahutan-ipb-university-raih-3-penghargaan-di-kompetisi-penulisan-ilmiah-internasional/9c2b62e26b6d4a3ce06bcc7652f017b3

18 Aug 2022

Jejak Eksflorasi 2022, Mahasiswa IPB University Jelajah Hutan Mangrove Cagar Alam Pulau Dua

Tim Ekspedisi Flora Studi Ilmiah (Ekflorasi) tahun 2022 berhasil menyelesaikan kegiatan turun lapang di Cagar Alam Pulau Dua yang terletak di Desa Sawah Luhur, Kecamatan Kasemen, Kota Serang, Banten. Kegiatan ekspedisi berlangsung selama 8 hari, dimulai 5 Agustus hingga 12 Agustus 2022.

Tahun ini, Eksflorasi berfokus kepada penelitian tentang keadaan ekosistem hutan mangrove di Cagar Alam Pulau Dua. Ekspedisi diikuti oleh 32 mahasiswa Departemen Silvikultur, Fakultas Kehutanan dan Lingkungan (Fahutan) IPB University yang terbagi ke dalam beberapa tim. Terdiri dari 15 mahasiswa tim riset dan 17 mahasiswa yang tergabung dalam kepanitiaan. Tim riset masih akan dibagi menjadi empat tim yakni tim klimatis, tim jalur 1, tim jalur 2 dan tim agroforestry.

Menurut Ketua Pelaksana Eksflorasi 2022, Ayudia, mahasiswa IPB University angkatan 56, secara garis besar Eksflorasi 2022 melakukan penelitian dari enam aspek keilmuan, diantaranya seedling, pathology, tree species group, entomology, agroforestry dan forest nutrition group. Data dari keenam keilmuan tersebut nantinya akan diolah menjadi prosiding yang akan di publikasikan pada seminar hasil Eksflorasi 2022.

“Jadi Eksflorasi pada tahun ini mengangkat tema Jelajah Ekosistem Mangrove Iklim Tropika di Cagar Alam Pulau Dua. Tema tersebut kita pilih karena mangrove menyimpan cadangan karbon terbesar, sehingga sangat menarik untuk dikaji,” jelas Ayudia.

Perbedaan Eksflorasi tahun 2022 dengan Eksflorasi sebelumnya terletak pada rangkaian acaranya. Pada tahap awal, dibuka dengan webinar, kemudian dilanjutkan dengan kegiatan ekspedisi, seminar hasil ekspedisi, kompetisi mahasiswa dan aksi lingkungan.
 
“Harapannya Eksflorasi tahun 2022 ini dapat menjadi media pembelajaran khususnya bagi mahasiswa Silvikultur Fahutan IPB University, sebagai wadah menyalurkan bakat dan meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang pentingnya ekosistem mangrove,” tutup Ayudia. (*/Rz)

Resource Person : Ayudia

Keyword : Eksflorasi 2022, Mahasiswa Fahutan IPB, Departemen Silvikultur

Sumber: https://ipb.ac.id/news/index/2022/08/jejak-eksflorasi-2022-mahasiswa-ipb-university-jelajah-hutan-mangrove-cagar-alam-pulau-dua/09bc56ba7f2e963dfc37f73d9f8645b8

18 Aug 2022

Mahasiswa Fahutan IPB University Dibekali Skill Penulisan

Fakultas Kehutanan dan Lingkungan (Fahutan) IPB University menyelenggarakan training penyusunan scientific article bagi mahasiswa. Acara tersebut dilaksanakan secara virtual dengan tema “The Role of Youth in Achieving Sustainable Forest & Environmental Management in New Normal Era,” Acara ini mengundang Muhammad Iqbal Maulana, SHut, MSc yang merupakan kandidat PhD di Wageningen University and Research, Belanda.ADVERTISEMENT Dalam kesempatan tersebut, Iqbal Maulana mengenalkan berbagai tipe artikel ilmiah, dan strukturnya. Dengan pengalamannya dalam menulis berbagai artikel ilmiah, ia memberikan tips dalam menentukan topik dan judul artikel. “Ketika menulis, perlu mencari topik yang relate atau familiar, memilih perspektif yang akan dilihat, serta membuat judul yang sederhana dan menarik,” katanya. Pada kesempatan yang sama, para peserta dilatih membuat short article dan melakukan per-review antar anggota tim.Dr Adisti Permatasari Putri Hartoyo selaku ketua penyelenggara menyampaikan bahwa training ini bertujuan untuk mengembangkan ide maupun gagasan serta kreativitas mahasiswa sebagai youth generation dalam menjawab isu-isu dunia kehutanan, serta membekali skill mahasiswa di masa depan. “Training ini dibuat lebih interaktif dan intensif, penugasan mandiri yang disertai dengan feedback berupa saran dan masukan artikel dari trainer, juga perhitungan learning hours untuk diklaim sebagai enrichment course bagi peserta yang menyelesaikan seluruh rangkaian acara dengan baik,” ujar Dr Adisti.ADVERTISEMENTIa melanjutkan, luaran yang diharapkan adalah artikel siap dipublikasikan di media digital, serta untuk diikutsertakan pada ajang-ajang kompetisi baik nasional maupun internasional. (*)

Sumber: https://kumparan.com/news-release-ipb/mahasiswa-fahutan-ipb-university-dibekali-skill-penulisan-1yfi2DvEwaa/full

16 Aug 2022

Perkuat Kerja Sama, PT Musi Hutan Persada Berikan Beasiswa kepada Mahasiswa IPB University

IPB University menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan PT Musi Hutan Persada dalam rangka pemberian beasiswa ikatan kerja. Penandatanganan MoU tersebut dilaksanakan  di Ruang Sidang Rektor Gedung Andi Hakim Nasoetion Kampus IPB Dramaga Bogor, (12/8). 

Pada tahun ini, PT Musi Hutan Persada memberikan beasiswa ikatan kerja kepada tiga mahasiswa Program Studi Manajemen Hutan, Fakultas Kehutanan dan Lingkungan IPB University. Ketiganya yaitu Sopha Erna Ariyana (56), Muhammad Sadam Husen (56), dan Tiara Nurul Arifah (56). 
Beasiswa ini mencakup pembayaran Uang Kuliah Tunggal (UKT) semester 7 dan 8, living cost per bulan senilai Rp 1,5 juta, biaya akomodasi perjalanan untuk program magang di area kerja dan tiket keberangkatan ke lokasi kerja.

Wakil Rektor Bidang Pendidikan dan Kemahasiswaan, Prof Drajat Martianto, dalam sambutannya berpesan kepada penerima beasiswa untuk tidak menyia-nyiakan segala kesempatan yang telah mereka dapatkan.  “Menerima beasiswa tentu merupakan suatu kehormatan yang luar biasa. Kesempatan ini tidak bisa diperoleh oleh semua orang. Di balik itu, tentu ada tanggung jawab yang lebih untuk belajar lebih giat dan menunjukkan prestasi serta etos kerja,” tuturnya.

Prof Drajat juga mengapresiasi PT Musi Hutan Persada yang telah memberikan beasiswa kepada ketiga mahasiswa tersebut. Ia berharap kerja sama ini dapat meningkatkan serta menguatkan kolaborasi antara IPB University dan PT Musi Hutan Persada di kemudian hari. 

Direktur Utama PT Musi Hutan Persada, Mr Yasuharu Nakabayashi, mengungkapkan kerja sama ini telah diinisiasi bersama dengan IPB University sejak tahun 2019. Ia berharap, para penerima beasiswa ini menerapkan segala skill yang dimiliki untuk pengembangan diri dan perusahaan. 

“Sampai saat ini, terhitung 12 penerima beasiswa berasal dari IPB University. Penerima beasiswa pada batch sebelumnya telah menampilkan kinerja yang luar biasa. Kami berharap para penerima beasiswa ini dapat menampilkan antusiasme dan kinerja yang sama pula. Tidak hanya untuk perusahaan tetapi juga untuk diri sendiri dan nama baik IPB University,” ucapnya.
Mewakili para penerima beasiswa, Tiara Nurul Arifah berterima kasih atas kesempatan yang telah diberikan PT Musi Hutan Persada. Ia berharap dapat memaksimalkan potensi yang dimiliki untuk diaplikasikan di perusahaan kelak.

“Sebagai penerima beasiswa, kami akan berusaha untuk mengaplikasikan ilmu yang telah didapatkan di bangku perkuliahan. Semoga kami dapat memaksimalkan kemampuan kami dengan belajar dan menimba pengalaman bersama PT Musi Hutan Persada,” ungkapnya. (*)

Published Date : 15-Aug-2022

Resource Person : Prof Drajat Martianto, Mr Yasuharu Nakabayashi

Keyword : Beasiswa, PT Musi Hutan Persada, IPB University

Sumber: https://ipb.ac.id/news/index/2022/08/perkuat-kerja-sama-pt-musi-hutan-persada-berikan-beasiswa-kepada-mahasiswa-ipb-university/0bb7d6bfb0e7cb8f3262a8e69a8c425a

16 Aug 2022

Peserta International Summer Course Fahutan IPB University Belajar Entrepreneurship dan Pengelolaan Hutan secara Lestari

Dalam rangkaian kegiatan The 3rd International Summer Course yang digelar Fakultas Kehutanan dan Lingkungan (Fahutan) IPB University, para peserta mendapatkan berbagai materi terkait pengelolaan hutan secara lestari, termasuk diantaranya peran wanita dalam kehutanan dan konservasi.

Pengetahuan mengenai Women in Forestry and Conservation disampaikan oleh Dr Arzyana Sunkar. Diantara peran wanita adalah sebagai pengasuh, perawat dan penjaga. Oleh karena itu, jika dikaitkan dengan upaya pelestarian hutan dan/atau konservasi maka peranan perempuan tersebut sangatlah penting, katanya.

Dosen Fahutan IPB University, Eva Rachmawati mengungkapkan, para peserta kegiatan summer course juga diajak untuk berkunjung secara virtual ke Hutan Pendidikan Gunung Walat. Kunjungan virtual ini dipandu Lufthi Rusniarsyah, SP, MSi, yang kini menjabat sebagai Direktur Eksekutif Hutan Pendidikan Gunung Walat (HPGW). Ia mempromosikan potensi-potensi yang terdapat di HPGW, aktivitas yang dapat dilakukan dan fasilitas yang tersedia.

Dalam kesempatan sama, peserta mendapatkan pengetahuan baru terkait social entrepreneurship yang diberikan oleh Dr Ani Kartikasari (Lincoln University, New Zealand). Selain itu, disampaikan pula bagaimana cara untuk berinteraksi dan bekerjasama dengan masyarakat lokal melalui presentasi Dr Ellyn K Damayanti yang berjudul Engaging Local Communities and Indigenous Peoples.

Di samping materi dari para akademisi, sharing pengalaman juga disampaikan para praktisi, diantaranya dari Perum Perhutani. Badan Usaha Milik Negara (BUMN) ini juga menjadi salah satu sponsor summer course.

Veronika Sianturi, Head of Strategic Planning Department of Perum Perhutani berbagi pengalaman mengenai aktivitas Sustainable Forest Management at Plantation Forest. Ia mengatakan, Perum Perhutani mendefinisikan pengelolaan hutan lestari sebagai suatu proses mengelola hutan untuk mencapai satu atau lebih tujuan, yang ditentukan dengan manajemen jelas.

“Pengelolaan ini dilakukan salah satunya untuk mendapatkan aliran produksi yang berkelanjutan dari hasil dan jasa hutan yang diinginkan. Tanpa pengurangan yang tidak semestinya dari nilai-nilai yang melekat dan produktivitas masa depan, dan tanpa hal-hal yang tidak diinginkan efek pada lingkungan fisik dan sosial,” tambah Veronika.

Tak ingin kalah dengan para dosen dan juga praktisi kehutanan, mahasiswa Fahutan IPB University juga ikut berbagi pengalaman dengan para peserta summer course yang berasal dari berbagai negara dan universitas. Para mahasiswa yang tergabung dalam berbagai organisasi mahasiswa (ormawa) di lingkup Fahutan mengenalkan visi, misi, tujuan dan aktivitas yang dilakukan di organisasi masing-masing.

Salah satu peserta asal Nepal Bindu mengajukan pertanyaan tentang benefit yang didapatkan ketika bergabung dengan organisasi International Forestry Students’ Association (IFSA). Pasalnya IFSA dapat bekerja sama dengan berbagai negara dan megembangkan kemampuan bahasa inggris. Selain itu, sebagian peserta berminat untuk ikut serta dalam organisasi lainnya untuk mengembangkan soft skill dan hard skill. (*/Rz)

Published Date : 08-Aug-2022

Resource Person : Veronika Sianturi, Eva Rachmawati

Keyword : The 3rd International Summer Course, Fahutan IPB, Pengelolaan Hutan secara Lestari

SDG : SDG 4 – QUALITY EDUCATION, SDG 15 – LIFE ON LAND, SDG 13 CLIMATE ACTION

Sumber: https://ipb.ac.id/news/index/2022/08/peserta-international-summer-course-fahutan-ipb-university-belajar-entrepreneurship-dan-pengelolaan-hutan-secara-lestari/761cd76789432598ae000382abc4605c

EnglishIndonesian