Fakultas Kehutanan dan Lingkungan

0251- 8621677

fahutan@apps.ipb.ac.id

Jalan Ulin, Kampus IPB Dramaga Bogor Jawa Barat 16680
24 Nov 2023

Turut Berbelasungkawa Atas Wafatnya Prof. (ret.) Dr. Ir. Kurnia Sofyan, M.S

Keluarga Besar Fakultas Kehutanan dan Lingkungan IPB Turut Berbelasungkawa Atas Wafatnya Prof.(ret.) Dr. Ir. Kurnia Sofyan, M.S Guru Besar Purnabakti Departemen Hasil Hutan

Rabu, 22 Nopember 2023

www.fahutan.ipb.ac.id

#ipbuniversity
#fakultaskehutananipb
#gurubesaripb
#forestenvironm

10 Nov 2023

FAHUTAN IPB KEMBALI MENYELENGGARAKAN PELATIHAN LIFESKILL TENTANG ‘JUNGLE SURVIVAL’

kultas Kehutanan dan Lingkungan (Fahutan) IPB University menggelar Forestry Training Camp, 29/10.  Kegiatan ini merupakan bagian dari Fahutan Training Series (FTS) 2022. 

Dekan Fahutan IPB University, Dr Naresworo Nugroho mengatakan kegiatan FTS 2022 dalam rangka melatih dan membangun

Fakultas Kehutanan dan Lingkungan IPB (FAHUTAN IPB) kembali menyelenggarakan Fahutan Training Series yang merupakan program pelatihan softskill bagi para mahasiswa. Tercatat sejak tahun 2020, FAHUTAN IPB terus konsisten dalam mendukung program-program pengembangan diri dan pelatihan softskill bagi para mahasiswa, melalui Program FTS 2020, FTS 2021, FTS 2022, dan FTS 2023 saat ini. FTS 2023 yang berjudul “Pelatihan Liveskill untuk Survive di Hutan”, diikuti oleh mahasiswa FAHUTAN IPB, baik Angkatan 57, 58, dan 59 dan berasal dari empat Departemen, yaitu Departemen Manajemen Hutan (MNH), Departemen Hasil Hutan (HH), Departemen Konservasi Sumberdaya Hutan dan Ekowisata (KSHE), serta Departemen Silvikultur (SVK).

“Fahutan Training Series 2023: Pelatihan Liveskill untuk Survive di Hutan” kali ini merupakan rangkaian pelatihan softskill yang dirancang untuk melatih keterampilan mahasiswa dalam menjalankan kegiatan / aktivitas di hutan atau di lapang dengan baik. Pada dasarnya, program ini merupakan rangkain pelatihan lifeskill mahasiswa agar memiliki kemampuan yang adaptif untuk survive dalam melakukan aktivitas di hutan (lapang). Dalam beraktivitas di lapang, tentu seringkali memerlukan kerjasama, koordinasi, dan komunikasi dengan berbagai pihak dalam pengambilan suatu keputusan. Oleh sebab itu, secara teknis pelatihan ini tidak hanya melatih lifeskill mahasiswa saja, tetapi secara langsung dan/atau tidak langsung juga menstimulasi pengembangan softskill (the survival skills for 21 century) para mahasiswa.

Rangkaian program Fahutan Training Series 2023 dilaksanakan mulai 21 Oktober 2023 – 5 November 2023. Dalam rangkaian program ini, mahasiswa akan dilatih berdsarkan beberapa topik yang akan diberikan dari beberapa narasumber yang kompeten di bidangnya, misalnya mengenai teknik jungle survival, etika beraktivitas di hutan/lapang, pengenalan jenis flora/fauna yang edible untuk survival, teknik meramban, manajemen perjalanan yang ASIK, teknik navigasi darat, teknik pembuatan peta, dan teknik bertahan di hutan. Bahkan, dalam program ini para peserta juga akan melakukan simulasi kemah dan orientasi medan (Mini Ekspedisi) untuk mempraktikan semua teori yang sudah diberikan dalam pelatihan.

Keyword : mahasiswa IPB, fahutan IPB, peduli hutan, survival

16 Oct 2023

Kerja Sama IPB University dan Perancis, Tiga Mahasiswa Indonesia Lulus Program Magister Kebakaran Hutan

Melalui kerja sama internasional IPB University dan Pemerintah Perancis, tiga mahasiswa Indonesia berhasil lulus program double degree magister Manajemen Kebakaran Hutan. Program studi magister dengan topik Forest Fire tersebut merupakan salah satu implementasi dari rangkaian kerja sama yang dibangun.

Ketiga peserta terpilih yang mengikuti program ini terdiri dari dua mahasiswa IPB University (Ravita Safitri dan Agysta Zaskia) dan satu orang dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (Kiki Yunianti). Pada akhir September lalu, tiga mahasiswa ini secara resmi mendapatkan sertifikat kelulusan program double degree kebakaran hutan. Sertifikat tersebut diserahkan langsung oleh Duta Besar Perancis untuk Indonesia, Fabien Penone di Kantor Kedutaan Besar Perancis di Jakarta.

“Program double degree Manajemen Kebakaran Hutan ini diharapkan dapat memberikan manfaat besar dalam pemahaman dan penanganan yang efektif terhadap kebakaran hutan dan lahan (karhutla), terutama di Indonesia dan Perancis. Pasalnya, kedua negara termasuk yang fokus terhadap penanganan karhutla,” ujar Prof Bambang Hero Saharjo selaku dosen pembimbing mahasiswa.

Prof Bambang menjelaskan, kerja sama ini diinisiasi oleh IPB University dan École Pratique des Hautes Études, Perancis. Lewat beasiswa yang disediakan oleh Pemerintah Perancis ini, mahasiswa bisa mengikuti program double degree di perguruan tinggi Perancis selama satu tahun atau dua semester. Dalam implementasinya, kerja sama ini dilaksanakan oleh Fakultas Kehutanan dan Lingkungan (Fahutan) IPB University.

“Karhutla merupakan salah satu isu global yang signifikan berdampak luas di berbagai belahan dunia, terutama pada ekosistem dan biodiversitas. Karhutla juga ikut berkontribusi terhadap peningkatan emisi gas rumah kaca (GRK) dan secara langsung berdampak terhadap perubahan iklim. Perubahan iklim, kondisi cuaca (abnormal) dan aktivitas manusia berperan penting dalam memicu terjadinya karhutla,” jelas Prof Bambang. 

Menurut Guru Besar IPB University ini, Perancis menjadi salah satu negara di Eropa yang concern terhadap karhutla. Kebakaran di Perancis mayoritas terjadi pada hutan boreal di musim kemarau. Perancis juga memiliki sistem manajemen kebakaran yang terstruktur dan melibatkan berbagai pihak, termasuk badan pemerintah, pemadam kebakaran, dan organisasi non-pemerintah.

“Sama halnya dengan Indonesia, karhutla juga menjadi fokus utama pemerintah. Di Indonesia, sebagian besar kebakaran terjadi pada lahan gambut yang berpengaruh dalam meningkatkan emisi GRK,” kata Prof Bambang yang juga Executive Director Regional Fire Management Resource Center-Southeast Asia (RFMRC). 

Ia berharap, program ini dapat menjadi wadah pertukaran pengetahuan dan pengalaman antarnegara untuk meningkatkan upaya penanggulangan karhutla. “Semoga kegiatan ini berlanjut hingga beberapa tahun ke depan dan menjadi icon, karena emisi kebakaran hutan sangat signifikan dalam peningkatan emisi GRK. Adanya program ini dapat membuka pintu kerja sama dan kolaborasi internasional yang lebih erat dalam penanganan karhutla,” harapnya. (RS/NFH/Rz)

Published Date : 11-Oct-2023

Narasumber : Prof Bambang Hero Saharjo

Kata kunci : kerja sama internasional IPB, karhutla, magister manajemen kebakaran hutan

Sumber : https://ipb.ac.id/news/index/2023/10/collaboration-between-ipb-university-and-france-three-indonesian-students-graduated-from-the-forest-fire-master-s-program/0bda80d4bd9abaa370a88dc996f0199b