Inspiring Innovation with lntegrity
Jl. Ulin Kampus IPB
+62 - 251 - 862 - 1667
Mon-Sat: 09:00 - 17:00
30 Nov 2021

Fakultas Kehutanan dan Lingkungan IPB University Hadirkan Peneliti, Bahas Sawit sebagai Tanaman Hutan

Fakultas Kehutanan dan Lingkungan (Fahutan) IPB University bekerjasama dengan Pusat Kajian Advokasi dan Konservasi Alam mengundang para peneliti untuk mengkaji naskah akademis sawit sebagai tanaman hutan. Kegiatan ini dikemas dalam seminar nasional dengan tema “Permasalahan, Prospek dan Implikasi Kelapa Sawit Sebagai Tanaman Kehutanan,” 25/11. 

Fakultas Kehutanan dan Lingkungan (Fahutan) IPB University bekerjasama dengan Pusat Kajian Advokasi dan Konservasi Alam mengundang para peneliti untuk mengkaji naskah akademis sawit sebagai tanaman hutan. Kegiatan ini dikemas dalam seminar nasional dengan tema “Permasalahan, Prospek dan Implikasi Kelapa Sawit Sebagai Tanaman Kehutanan,” 25/11.  sawit sangat nyata. Dengan demikian, sangat wajar apabila pemerintah menempatkan sawit sebagai industri strategis, akan tetapi nasib kelapa sawit diperlakukan secara tidak proporsional. “Kebijakan saat ini bersikap diskriminatif terhadap kelapa sawit tidak saja dalam lingkup nasional juga terjadi dalam lingkup internasional,” terang Prof Yanto Santosa, Kepala Pusat Kajian Advokasi dan Konservasi Alam. Dosen IPB University itu menjelaskan, FAO tidak memasukkan sawit sebagai tanaman hutan. Tidak hanya itu, perkebunan kelapa sawit juga sering dituduh sebagai penyebab deforestasi dan penyebab kerusakan lingkungan.  Alam telah menyusun naskah akademik yang menyebutkan sawit sebagai tanaman hutan,” tambah Prof Yanto.

Prof Yanto juga menjelaskan, seminar nasional ini merupakan bagian penting dari proses penyusunan naskah akademik kelapa sawit sebagai tanaman hutan. Oleh karena itu, tidak kurang dari 20 peneliti, diundang dalam upaya membahas terkait sawit sebagai tanaman hutan. Produksi yang terdegradasi bukan untuk menggantikan hutan alam, kami sangat menentang pembongkaran hutan alam menjadi kebun kelapa sawit,” ucapnya lagi. Dalam kesempatan ini, Dr Musdalifah Machmud, Deputi Bidang Koordinasi Pangan dan Pertanian, Kementerian Koordinator bidang Perekonomian RI turut manyambut baik upaya yang dilakukan oleh Fakultas Kehutanan dan Lingkungan IPB University.  “Kita perlu membuktikan bagaimana karakteristik tanaman kehutanan, apakah tanaman sawit bisa terkategori tanaman hutan. Jika dilihat tanaman hutan memiliki tinggi 3 meter, tanaman kelapa sawit bisa lebih dari 5 meter. Apabila jenis palm lain terkategori tanaman hutan, lalu kenapa kelapa sawit bukan tanaman hutan?” tambahnya. 

Ia pun berharap, perguruan tinggi dapat duduk bersama dengan pemerintah pusat, pemerintah kabupaten maupun komunitas dalam menjawab tantangan industri kelapa sawit. Dengan demikian, katanya, dapat menghasilkan penelitian berbasis sains serta rekomendasi yang valid untuk pimpinan tertinggi serta membangun opini landasan saintifik terkait perkebunan kelapa sawit Indonesia.

Sementara itu, Dekan Fahutan IPB University, Dr Naresworo Nugroho menyampaikan permasalahan prospek dan implikasi sawit dan tanaman hutan. Ia menerangkan, bahwa tanaman hutan sebaiknya diartikan sebagai tumbuhan hutan yang didomestikasi dengan ciri siklus waktu hidup yang lama yang ditandai dengan karakteristik fisiognomi yang memenuhi definisi hutan. mengisi pada unit pengelolaan yang tepat serta pada kawasan yang penting dan lanskap yang tepat,” tambah Dr Naresworo.

Ia juga menegaskan, perkebunanan dan kehutanan keduanya dapat menyejahterakan rakyat dan berkontribusi dalam pembangunan negara. Menurutnya, syarat kualitas hutan dan daya dukung dalam menjaga lingkungan menjadi suatu keniscayaan. (*)

24 Nov 2021

Teknologi Pembiakan Vegetatif Tanaman Hias

Program Rumah Vegetatif Tanaman Hias (RUVETAS) Guna Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat Di Desa Sipungguk , Kabupaten Kampar, Riau.

BUKU-RUVETAS-

Buku “TEKNOLOGI PEMBIAKAN VEGETATIF TANAMAN HIAS: Program Rumah Vegetatif Tanaman Hias (RUVETAS) Guna Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat di Desa Sipungguk, Kabupaten Kampar, Riau” merupakan salah satu luaran dari kegiatan. Program Kreativitas Mahasiswa Pengabdian Masyarakat (PKM-PM) yang didanai olehKementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI tahun 2021. Penulis berharap buku ini dapatdigunakan sebagai media pembelajaran terkait teknik pembiakan vegetatif tanaman hias yang dapat diikuti oleh pembaca, serta memberikan pengetahuan baru tentang bisnis tanaman hias, sehingga pembaca dapat termotivasi untuk memulai bisnis secara mandiri. Semoga buku ini bermanfaat bagi pihak yang membutuhkan dan bagi kemajuan
ilmu pengetahuan.

09 Nov 2021

FAKULTAS KEHUTANAN DAN LINGKUNGAN IPB SUKSES MENYELENGGARAKAN THE 2ND INTERNATIONAL SUMMER COURSE ON FORESTRY AND ENVIRONMENT

Tropical Forest Ecosystem Management and Innovations (ForSC2021)”

International Summer Course on Forestry and Environment ini merupakan acara rutin yang diselenggarakan oleh Fakultas Kehutanan dan Lingkungan IPB University setiap tahunnya. Pada penutupan acara, Dr Adisti Permatasari Putri Hartoyo selaku Chairperson The 2nd International Summer Course on Forestry and Environment “Tropical Forest Ecosystem Management and Innovations (ForSC2021)” menyampaikan bahwa tahun ini kegiatan ForSC2021 menggandeng organisasi kemahasiswaan IFSA-LC IPB dan berkolaborasi dengan kegiatan The 3rd International Conference on Tropical Silviculture (ICTS2021). Kegiatan ini telah berlangsung sejak tanggal 21-29 Agustus 2021 dengan dihadiri oleh sekitar 117 peserta dari 11 negara dan 18 narasumber dari berbagai perguruan tinggi di dunia, praktisi, juga pihak swasta. ForSC2021 diharapkan mampu menjawab tantangan dalam pengelolaan ekosistem hutan tropis dengan mendorong generasi muda dalam mengemukakan ide-ide inovatif serta solutif.

Hal tersebut juga diaminkan oleh Dr. Noor F. Haneda selaku Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemaahsiswaan. Beliau berharap melalui acara ini menjadi awal yang bagus dan para generasi muda bisa berkolaborasi antar negara serta terbangun jejaring yang lebih luas untuk pengelolaan ekosistem hutan tropis yang lestari.

Kegiatan Summer Course ini ditutup dengan suguhan wisata virtual yang cantik dari Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) yang dipresentasikan oleh Bapak Dadang Suryana, S.Hut, M.Sc selaku Kepala Bidang PTN Wilayah III, Balai Besar TNGGP.

Sebagai rangkaian acara penutupan diumumkan para pemenang kegiatan Youth Initiative Contest. Pemenang The Most Outstanding Student berhasil diraih oleh Alfa Jan Seran dari Universitas Nusa Cendana, Kupang. Pemenang kompetisi poster diraih oleh Grup 18 dengan judul “ForestUs.id: IoT-based Mobile Application to Optimize Sustainable Tropical forest Management in Indonesia”, dan pemenang kompetisi artikel ilmiah diraih oleh James Loyd B. Acosta dari Iloilo Science and Technology University dengan judul “Juvenils:The warriors of tomorrow land”.

Para peserta juga menyampaikan testimoninya dalam bentuk video singkat. Mereka sangat senang bergabung acara ForSC2021 karena menambah pengetahuan, keterampilan, ide kreatif dan berharap bisa bergabung kembali pada acara Summer Course tahun depan

Resource person: Dr. Adisti P.P Hartoyo

EnglishIndonesian