Fakultas Kehutanan dan Lingkungan

0251- 8621677

fahutan@apps.ipb.ac.id

Jalan Ulin, Kampus IPB Dramaga Bogor Jawa Barat 16680
29 Aug 2023

Fahutan IPB University Ikuti Summer Camp 2023 di Hutan Pendidikan Universitas Putra Malaysia SISFEC, Selangor

Empat mahasiswa IPB University dari Fakultas Kehutanan dan Lingkungan (Fahutan) memiliki kesempatan untuk berpartisipasi dalam serangkaian kegiatan Summer Camp International di Hutan Simpan Ayer Hitam Sultan Idris Shah Forestry Education Center (SISFEC), Universitas Putra Malaysia (UPM) di Negeri Selangor, Malaysia.

Dalam kegiatan itu, UPM mengundang enam perguruan tinggi Indonesia, termasuk IPB University. Keempat mahasiswa Fahutan IPB University tersebut adalah Rizka Ramadhanti (Manajemen Hutan), Muhammad Haikal (Hasil Hutan), Alaysa Yahya (Konservasi Sumberdaya Hutan dan Ekowisata) dan Yurico Bakhri (Silvikultur).

Ketua Departemen Manajemen Hutan IPB University, Dr Soni Trison yang ikut mengantar tim mahasiswa menyampaikan bahwa kegiatan ini dalam rangka meningkatkan kinerja institusi dalam pengembangan jejaring internasional. Kegiatan yang berlangsung selama 14 hari ini memberikan pengalaman belajar yang menyeluruh bagi mahasiswa IPB University. Salah satu fokus utama adalah pengembangan kemandirian dalam menghadapi tantangan alam.

“Mahasiswa diajarkan bagaimana bertahan hidup, mencari sumber air serta membuat tempat perlindungan sementara. Selain itu, peserta juga mendapatkan pembelajaran tentang pentingnya pengelolaan hutan yang bijak, dengan fokus pada mensurasi pohon (pengukuran pohon melalui berbagai parameter) dan analisis hutan. Hal ini mendukung tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs) ke-15 mengenai keberlanjutan ekosistem darat,” ujarnya.

Aspek keamanan dan pertolongan pertama juga menjadi fokus dalam program ini. Mahasiswa dilatih untuk mengenali bahaya potensial di hutan, mengatasi situasi darurat dan memberikan pertolongan pertama dalam kasus cedera. Keterampilan ini membekali mereka dengan kemampuan yang dapat diterapkan tidak hanya di alam terbuka, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari.

“Dalam upaya untuk meningkatkan keterampilan navigasi dan pemahaman topografi, mahasiswa juga terlibat dalam kegiatan geocaching. Melalui kegiatan ini, mereka belajar cara membaca kompas dan peta untuk menemukan titik-titik koordinat yang tersembunyi,” imbuhnya.

Selain itu, kata Dr Soni, kegiatan ini juga mencerminkan semangat kerja sama internasional. Dalam konteks ini, program Summer Camp juga mendukung SDGs ke-17, yaitu membangun kemitraan global untuk tujuan pembangunan yang berkelanjutan. Melalui pertukaran pengetahuan dan pengalaman antaruniversitas, mahasiswa Indonesia dan UPM bersama-sama mendorong aksi konkret dalam mendukung visi keberlanjutan global.

Muhammad Haikal, salah satu peserta dari Departemen Hasil Hutan Fahutan IPB University mengatakan, “Partisipasi mahasiswa, terkhususnya mahasiswa Indonesia dalam kegiatan Summer Camp ini adalah langkah penting dalam mempersiapkan rimbawan muda yang peduli akan lingkungan dan juga mendukung SDGs ke-4 tentang pendidikan berkualitas. Mereka tidak hanya mendapatkan pengetahuan praktis, tetapi juga pengalaman berharga dalam mengaplikasikannya di lapangan.” 

Published Date : 29-Aug-2023

Resource Person : Dr Soni Trison, Muhammad Haikal

Keyword : mahasiswa Fahutan IPB, Summer Camp International, SISFEC UPM

Sumber : https://ipb.ac.id/news/index/2023/08/mahasiswa-fahutan-ipb-university-ikuti-summer-camp-2023-di-hutan-pendidikan-universitas-putra-malaysia-sisfec-selangor/c150bcceba0ae15902715080fa1ccde6


29 Aug 2023

Dosen IPB Juara 1 Lomba Poster Internasional SWST, Pemenang Pertama Asal RI

Jakarta –

Dosen muda dari IPB University, Lukmanul Hakim Zaini meraih juara pertama dalam sebuah kompetisi poster sains tingkat internasional yang diselenggarakan oleh Society of Wood Science and Technology (SWST).

Selain satu-satunya peserta dari Indonesia dalam kompetisi tahun ini, jika dilihat dalam laman resmi SWST, Lukman adalah satu-satunya orang asal RI yang pernah memenangkan kompetisi tersebut sejak 1995.

Pria yang kini menempuh gelar doktor di University of Natural Resources and Life Sciences, Vienna, Austria itu mempresentasikan penelitiannya yang berjudul “Ultra-lightweight Foamed Insulation Panels made of Oil Palm Trunk Fibres”. Meski mampu memenangkan juara pertama, Lukman awalnya tak berharap banyak lantaran dia satu-satunya peserta dari Indonesia.

“Saya cukup terkejut ketika dipanggil ke depan untuk menerima penghargaan juara 1 kala itu, terlebih gelaran kompetisi tersebut diadakan di North Carolina, USA. JMadi saya berpikir kemungkinan besar dari USA yang akan keluar menjadi juara,” ujar Lukman, berdasarkan keterangan tertulis yang diterima (27/8/2023).

Pada perlombaan ini, Lukman membawa teknologi foaming ramah lingkungan memakai surfaktan untuk menghasilkan bahan insulasi bangunan dari limbah batang kelapa sawit dalam rangka efisiensi energi di dalam gedung dan bangunan. Teknologi yang dimaksud berpotensi dalam menurunkan pemakaian energi sampai 50%

Teknologi tersebut relevan dengan kondisi sekarang ketika energi dan material ramah lingkungan hangat didiskusikan, sebagaimana menjadi tujuan bersama dalam sustainable development goal (SDGs). Walaupun penelitian ini masih awal, dia bertekad untuk terus mengembangkan teknologi tersebut.

“Kami melihat potensi yang luar biasa dari penggunaan serat limbah batang kelapa sawit dan teknologi foaming ramah lingkungan untuk bahan insulasi, untuk itu, ke depan teknologi ini akan terus kami kembangkan hingga siap pada skala industri,” ungkapnya.

Lukman berharap, saat kembali ke Indonesia nanti, fasilitas laboratorium di IPB University dapat terus ditingkatkan agar apa yang telah dikembangkan di Austria dapat dilanjutkan.

“Potensi kerjasama dan pengembangan penelitian terbuka sangat lebar dengan Austria, saya berharap sekembalinya nanti ke Indonesia fasilitas laboratorium di Indonesia paling tidak bisa mengimbangi fasilitas yang ada di sini sehingga kerjasama dapat berjalan dengan tidak berat sebelah,” jelas Ketua Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) 2022 itu.

Lukman pun menyampaikan rasa syukurnya atas pencapaian tersebut. Sebab, dia berhasil unggul dari peserta yang datang dari berbagai perguruan tinggi ternama bidang ilmu kayu dan kehutanan, misalnya Oregon State University, North Carolina State University, University of Primorska, dan Chiba University.

Teknologi tersebut relevan dengan kondisi sekarang ketika energi dan material ramah lingkungan hangat didiskusikan, sebagaimana menjadi tujuan bersama dalam sustainable development goal (SDGs). Walaupun penelitian ini masih awal, dia bertekad untuk terus mengembangkan teknologi tersebut.

“Kami melihat potensi yang luar biasa dari penggunaan serat limbah batang kelapa sawit dan teknologi foaming ramah lingkungan untuk bahan insulasi, untuk itu, ke depan teknologi ini akan terus kami kembangkan hingga siap pada skala industri,” ungkapnya.

Lukman berharap, saat kembali ke Indonesia nanti, fasilitas laboratorium di IPB University dapat terus ditingkatkan agar apa yang telah dikembangkan di Austria dapat dilanjutkan.

“Potensi kerjasama dan pengembangan penelitian terbuka sangat lebar dengan Austria, saya berharap sekembalinya nanti ke Indonesia fasilitas laboratorium di Indonesia paling tidak bisa mengimbangi fasilitas yang ada di sini sehingga kerjasama dapat berjalan dengan tidak berat sebelah,” jelas Ketua Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) 2022 itu.

Lukman pun menyampaikan rasa syukurnya atas pencapaian tersebut. Sebab, dia berhasil unggul dari peserta yang datang dari berbagai perguruan tinggi ternama bidang ilmu kayu dan kehutanan, misalnya Oregon State University, North Carolina State University, University of Primorska, dan Chiba University.

Baca artikel detikedu, “Dosen IPB Juara 1 Lomba Poster Internasional SWST, Pemenang Pertama Asal RI” selengkapnya https://www.detik.com/edu/edutainment/d-6897912/dosen-ipb-juara-1-lomba-poster-internasional-swst-pemenang-pertama-asal-ri.


25 Aug 2023

🚨SERI MIMBAR AKADEMIK 🚨

Fakultas Kehutanan dan Lingkungan IPB memiliki tugas dalam menghadapi tantangan pengelolaan kehutanan di masa depan.

” Ketika puluhan juta hektar hutan produksi tidak lestari, maka substansi pengajaran di universitas semestinya diperbincangkan kembali “
– Hariadi Kartodihardjo –

Mari ikuti seri mimbar akademik dengan judul “Masa Depan Pengelolaan Hutan Indonesia, Potret Kelestarian Hutan Produksi” yang akan dilaksanakan:
🗓: Rabu, 30 Agustus 2023
⏰️: 14.00 WIB – selesai
🏠: Ruang Sidang Sylva, FAHUTAN IPB (offline)
https://ipb.link/mimbar-akademik-2 (hybrid)
📌 Konfirmasi kehadiran : https://ipb.link/konfirmasi-serimba-2

Pembicara :
1. Dr. Ir. Teddy Rusolono (Dosen FAHUTAN IPB)
2. Ir. Heri Binawan (Praktisi PBPH-HA Sinar Wijaya Group)
3. Dr. Ir. Soewarso, MSi, IPU (Praktisi-HTI/APHI/Sinarmas Group)

☎️Narahubung: +62 859-4704-2968 (Moh. Rizal Pratama)


24 Aug 2023

Tuan Rumah ICRTH, Kuatkan Pariwisata dan Pembangunan Berkelanjutan

Kota Bogor mendapatkan kehormatan ditunjuk sebagai tuan rumah penyelenggaraan International Conference on Responsible Tourism and Hospitality (ICRTH) Tahun 2023 yang dilaksanakan 21 – 23  Agustus 2023.

Kegiatan dibuka secara resmi Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Salahuddin Uno secara virtual dan dihadiri secara langsung Menteri Pariwisata Sarawak, Malaysia, Dato Abdul Karim Rahman Hamzah dan Wakil Rektor IPB University, Ernan Rustiadi.

Pada 21-22 Agustus 2023 para peserta melaksanakan konferensi di IPB International Convention Centre (IICC) membahas tentang pariwisata dan ekowisata yang berkelanjutan serta kunjungan ke Kampung Perca Sindangsari dan Kebun Raya Bogor.

Pada 23 Agustus 2023 dilaksanakan penanaman pohon dan IPB agroedutourism tour di Kampus IPB Dramaga dan melanjutkan kegiatan responsible tourism fieldwork di Gunung Gede Pangrango.

Saat welcoming speech, Wali Kota Bogor, Bima Arya menyampaikan, kegiatan dan program yang menjadi potensi kepariwisataan di Kota Bogor serta pembangunan infrastruktur untuk mendukung pariwisata Kota Bogor yang berkelanjutan.

“Walaupun baru penunjukan Kota Bogor menjadi tuan rumah International Conference on Responsible Tourism and Hospitality (ICRTH) Tahun 2023 merupakan kehormatan yang  memiliki arti yang sangat penting, karena fokus kepada kepariwisataan dan isu tentang lingkungan hidup dan pembangunan yang berkelanjutan. Saya mengapresiasi atas apa yang dilakukan IPB yang bekerjasama dengan Kementerian Pariwisata dari Serawak, Malaysia,” kata Bima Arya saat konferensi pers di IICC, Kota Bogor, Senin (21/8/2023).

Bima Arya menambahkan, pelaksanaan ICRTH Tahun 2023 di Kota Bogor  menguatkan visi Kota Bogor sebagai kota yang betul-betul fokus pada pembangunan pariwisata dan ekonomi yang berkelanjutan atau green economy.

Sektor pariwisata Kota Bogor pasca pandemi lanjut Bima Arya, bangkit dengan sangat cepat. Dalam paparan, Bima Arya menyebutkan pertumbuhan kafe dan restoran di Kota Bogor yang cukup tinggi.

Hal tersebut diantaranya disebabkan kedekatan Kota Bogor dengan Jakarta dan kesigapan Pemkot Bogor untuk menciptakan destinasi wisata baru yang outdoor dan diminati warga luar Kota Bogor serta adanya kemudahan-kemudahan untuk mendukungnya, termasuk pembangunan infrastruktur yang tengah digencarkan Pemkot Bogor.(Prokompim).

Sumber :https://kotabogor.go.id/index.php/show_post/detail/102668/tuan-rumah-icrth-kuatkan-pariwisata-dan-pembangunan-berkelanjutan


24 Aug 2023

Sarawak-Bogor tourism cooperation on the cards

BOGOR: Minister of Tourism, Creative Industry, and Performing Arts (MTCP) Sarawak Datuk Seri Abdul Karim Rahman Hamzah paid a courtesy call on Indonesia’s Minister of Tourism and Creative Economy Dr Sandiaga Uno here on Tuesday.
In a statement following the meeting, Abdul Karim said it was aimed at promoting Sarawak as a tourism destination.
The meeting was also in conjunction with the International Conference on Responsible Tourism & Hospitality (ICRTH).
“In addition, economic cooperation agendas between Bogor and Sarawak were also discussed.
“We hope that this visit can enhance and strengthen the relationship between Indonesia and Sarawak,” he said.
The ICRTH, taking place from Aug 21 to 25, is held at the IPB International Convention Centre (IICC) in Bogor.
Accompanying Abdul Karim during the visit were MTCP deputy minister Datuk Sebastian Ting; Deputy State Secretary (Operations) Datuk Hii Chang Kee; MTCP permanent secretary Datuk Sherrina Hussaini; and Sarawak Tourism Board (STB) chairman Dennis Ngau.

Sumber :https://www.newsarawaktribune.com.my/sarawak-bogor-tourism-cooperation-on-the-cards/


23 Aug 2023

Dukung Pariwisata Berkelanjutan, IPB University Jadi Tuan Rumah ICRTH 2023

IPB University berkesempatan menjadi tuan rumah penyelenggaraan International Conference on Responsible Tourism and Hospitality (ICRTH) 2023 di IPB International Convention Center (IICC), Bogor (21/8). Kegiatan ini merupakan konferensi profesional yang membicarakan pentingnya membangun kembali pariwisata berkelanjutan dengan menghadirkan pembicara internasional dari berbagai negara. 

Ketua Penyelenggara ICRTH 2023, Prof Arzyana Sunkar mengatakan, menjadi momen penting bagi IPB University bisa menjadi tuan rumah ICRTH 2023, mengingat visi dan misi ICRTH sejalan dengan pembangunan pariwisata yang sedang digalakkan oleh Indonesia dan khususnya Bogor. 

“Konferensi ini sekaligus mengenalkan kepada dunia tentang pariwisata Indonesia terutama pariwisata di wilayah Bogor. Delegasi diharapkan berperan aktif untuk menyumbang konsep pariwisata kepada masyarakat, baik dari aspek pengetahuan, tindakan ataupun ekonomi,” terangnya.

Wakil Rektor IPB University bidang Riset, Inovasi dan Pengembangan Agromaritim, Prof Ernan Rustiadi mengungkapkan, IPB University telah mendeklarasikan diri sebagai kampus hijau yang merupakan dedikasi untuk pengembangan kampus yang berkelanjutan. Selain itu, IPB University terus mendukung kegiatan dalam hal pengembangan budaya, peningkatan efisiensi energi dan konservasi sumber daya. 

“Capaian kami adalah mempromosikan tentang pentingnya konsep lingkungan berkelanjutan yang kaya akan keanekaragaman hayati dan budaya. Kami juga telah membangun green transportation, green building, green energy, green space di IPB University,” ujarnya.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) RI, Sandiaga Uno mengatakan, perekonomian Indonesia saat ini berada dalam situasi dan kondisi prima pascapandemi. Kondisi tersebut sebagian besar didukung oleh sektor pariwisata dan ekonomi perdagangan yang menunjukkan pemulihan yang kuat dan stabil.

“Tantangan ekonomi kita berfokus pada bagaimana kita dapat meningkatkan perekonomian di Indonesia. Kami mendorong branding nasional dengan kampanye nasional ‘Bangga Buatan Indonesia’ dan ‘Bangga Berwisata di Indonesia’. Ke depannya, program yang dijalankan harus tepat sasaran, bermanfaat dan tepat waktu. Pemulihan ekonomi Indonesia sudah mulai terasa. Namun kini saatnya beradaptasi dengan tatanan ekonomi baru di era digital,” tuturnya. 

Menurut Dato Sri Abdul Karim Rahman Hamzah, Menteri Pelancongan, Industri Kreatif dan Seni Persembahan Sarawak Malaysia, dunia sekarang sedang menghadapi tantangan perubahan iklim. Industri pariwisata harus memikul tanggung jawabnya dalam memitigasi tantangan lingkungan. Dalam konferensi ini, ia menjelaskan, para ahli akan membicarakan investasi hijau yang inovatif yang dapat mengubah lanskap pariwisata sehingga menjadikannya ramah lingkungan.

“Dalam diskusi ini juga akan membahas tentang transportasi ramah lingkungan, mendukung penggunaan energi terbarukan dan mengamanatkan langkah pengurangan limbah di berbagai lokasi wisata. Dedikasi kami terhadap investasi hijau bertujuan untuk menikmati hasil dari sektor pariwisata yang lebih sehat dan berkelanjutan yang lahir dari tindakan dan praktik yang bertanggung jawab,” kata dia.

Walikota Bogor, Bima Arya menambahkan, diskusi ini menguatkan visi kota Bogor sebagai kota yang fokus untuk pembangunan pariwisata dan juga ekonomi yang berkelanjutan. “Setelah pandemi COVID-19 ini usai, kita fokus untuk recovery dengan cepat dan menciptakan potensi destinasi wisata baru yang bisa dinikmati warga Jakarta dan sekitarnya,” ucapnya. (dr/Rz)

Published Date : 23-Aug-2023

Resource Person : Prof Arzyana Sunkar, Prof Ernan Rustiadi, Sandiaga Uno, Dato Sri Abdul Karim Rahman Hamzah, Bima Arya

Keyword : Pariwisata Berkelanjutan, Ekonomi, Wisata Baru, IPB University, ICRTH 2023

Sumber : https://ipb.ac.id/news/index/2023/08/dukung-pariwisata-berkelanjutan-ipb-university-jadi-tuan-rumah-icrth-2023/2e0fd0ea86b7f043db78f8c5dd2e0334


22 Aug 2023

Selamat dan Sukses Prof. Dr. Effendi Tri Bahtiar, S.Hut, M.Si.

Selamat dan Sukses
Prof. Dr. Effendi Tri Bahtiar, S.Hut, M.Si.
Departemen Hasil Hutan
Fakultas Kehutanan dan Lingkungan IPB
atas diraihnya jabatan Guru Besar
dalam bidang ilmu Mekanika Biomaterial.

Fakultas Kehutanan dan Lingkungan IPB
—————————————
Instagram : @forest.env
Email : fahutan@apps.ipb.ac.id

www.fahutan.ipb.ac.id

#ipbuniversity
#fakultaskehutananipb
#gurubesaripb
#forestenvironm

08 Aug 2023

Bersama KLHK, Tim KKN-T IPB University Sosialisasi Program Perhutanan Sosial

Kelompok Kuliah Kerja Nyata-Tematik (KKN-T) Inovasi IPB University di Kecamatan Cikajang mengadakan sosialisasi mengenai program perhutanan sosial yang akan dilaksanakan di tiga desa, yaitu Desa Margamulya, Desa Cikandang dan Desa Simpang. Sosialisasi mengenai program perhutanan sosial menghadirkan Direktur Penyiapan Kawasan Perhutanan Sosial, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Syafda Roswandi, SHut, MSi sebagai pemateri.

“Perhutanan sosial adalah sistem pengelolaan hutan lestari yang dilaksanakan dalam kawasan hutan negara atau hutan hak/hutan adat. Dalam konsep perhutanan sosial, masyarakat setempat atau masyarakat hukum adat berperan sebagai pelaku utama dalam meningkatkan kesejahteraan, keseimbangan lingkungan dan dinamika sosial budaya melalui berbagai bentuk hutan desa, hutan kemasyarakatan, hutan tanaman rakyat dan hutan adat,” ungkap Sulthan Shidqi Ramadhan, perwakilan mahasiswa KKN-T Inovasi.

Sulthan menuturkan, Kabupaten Garut merupakan wilayah yang memiliki kawasan hutan yang luas, sehingga memiliki potensi dalam pelaksanaan perhutanan sosial yang tinggi. Sosialisasi dilaksanakan secara luring di Gedung Olahraga (GOR) Desa Cikajang, Kabupaten Garut dan dihadiri oleh 65 peserta yaitu perwakilan dari Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) dan praktisi pertanian di Kecamatan Cikajang. 

Sosialisasi terbagi menjadi dua sesi, yaitu penyampaian materi dan Focus Grup Discussion (FGD) yang diikuti antusias oleh para peserta.“Sosialisasi ini diharapkan dapat memberikan jawaban dan juga pengetahuan kepada para praktisi lapang perhutanan sosial juga dapat membantu masyarakat bersama mahasiswa KKN-T Inovasi IPB University di Kecamatan Cikajang dalam menjalankan program perhutanan sosial,” tutup Sulthan. 

Turut hadir Wakil Dekan Fakultas Kehutanan dan Lingkungan IPB University bidang Akademik dan Kemahasiswaan, Prof Noor Farikhah Haneda, Dosen Koordinator KKN-T Inovasi Wilayah Garut Dra Sri Rahayu MSi, Camat Cikajang dan Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Kecamatan Cikajang. 

Published Date : 03-Aug-2023

Narasumber : Sulthan Shidqi Ramadhan

Kata kunci : Kecamatan Cikajang, perhutanan sosial, mahasiswa IPB, KKN-T Inovasi

SDG : SDG 4 – PENDIDIKAN BERMUTU, SDG 15 – MENJAGA EKOSISTEM DARAT, SDG 17 – KEMITRAAN UNTUK MENCAPAI TUJUAN


07 Aug 2023

Youth Initiative Contest: Stimulate Young Generation Plays a Role in Realizing Sustainable Forest Management


To maintain environmental sustainability, the need for the active role of the younger generation in sustainable forest management is becoming increasingly urgent. To inspire and encourage youth participation, a Youth Initiative Contest has been held to bridge the gap between the spirit of innovation and responsibility for forest ecosystems.

Youth Initiative Contest ( YIC is a competition forum as one of a series of activities of the Faculty of Forestry and Environment Summer Course (ForSC) 2023, which will be held online from 02 – 28 July 2023. Foreign participants from Indonesia, Malaysia, the Philippines, Kenya, and China attended this activity. The competition held by FAHUTAN IPB is not just a competition but also a platform to build awareness about the importance of forest conservation and involve young people in sustainable solutions. Through this contest, the youth are expected to be able to present their creative ideas that can be implemented in forest conservation efforts and natural resource management.

One exciting aspect of the Youth Initiative Contest is its focus on interdisciplinary collaboration. Participants were invited to think beyond conventional boundaries and embrace a wide range of knowledge and expertise from natural sciences to technology, economics to education; all fields have a role to play in preserving sustainable forests. YIC has two types of competition, namely articles and posters. After the presentation and Q&A session with the jury team, the article competition was won by Nurul Adilawani from Universiti Putra Malaysia in 1st place, Chepchirchir Ruth from Moi University in 2nd place, Nur Afiqah from Universiti Putra Malaysia as 3rd place, and Dea Hardiyani from IPB University as 4th place. The poster competition was won by Group 9, consisting of A’isy Mufidah Rahma (IPB University), Siti Kamaliyyah Ihsanah (IPB University), Syarifah Nurhaliza Amalia (Lambung Mangkurat University), and Nurul Adilawani (Universiti Putra Malaysia). The second place in the poster competition was won by Group 7, consisting of Mohammad Thoriq Al-Ghifari (IPB University), Dian Revissama Putri (IPB University), Sri Yusmitasari Yusuf (Hasanuddin University), Abdul Rahim Idris (Mulawarman University), Aptu Andy Kurniawan (Padjadjaran University), and Lintang Kirana Prasetyo (Sebelas Maret University). The third place in the poster competition was won by Group 3, consisting of Ramadaniasakina Tsuzuki (IPB University), Septian Hadi Nugraha (IPB University), Naura Hazhiyah Subagja (IPB University), Chepchirchir Ruth (Moi University), Bela Aulia (Muhammadiyah Bangka Belitung), and Arjuman Pasaribu (University of North Sumatra). The fourth place in the poster competition was won by Group 10, consisting of Salsa Destiani Fitri (IPB University), M. Rafi Putra Zulkarnain (IPB University), Rian Dwirizqi Miftahul Huda (IPB University), Amirul Mukminin (Universiti Putra Malaysia), Miduk Sitanggang (University of North Sumatra), Nur Afiqah (Universiti Putra Malaysia).

The role of the younger generation in forest conservation efforts is essential; they are heirs to nature and the environment and will be the successors in maintaining the planet’s sustainability. Thus, allowing them to contribute to sustainable forest management is vital to creating a sustainable future.

During the challenges of climate change and environmental damage, the Youth Initiative Contest comes as a breath of fresh air that reminds us that there is hope through the collaboration and dedication of the younger generation. The success of this contest will not only create innovative solutions for sustainable forest management and inspire a more significant global movement to protect the planet for a better future. With more and more young participants involved in the Youth Initiative Contest, the hope for a strong and sustainable forest is increasingly realized. Let’s support and collaborate with young people in this joint effort to create a greener and more sustainable world.

EnglishIndonesian