Fakultas Kehutanan dan Lingkungan

0251- 8621677

fahutan@apps.ipb.ac.id

Jalan Ulin, Kampus IPB Dramaga Bogor Jawa Barat 16680
18 Aug 2022

Mahasiswa Fahutan IPB University Dibekali Skill Penulisan

Fakultas Kehutanan dan Lingkungan (Fahutan) IPB University menyelenggarakan training penyusunan scientific article bagi mahasiswa. Acara tersebut dilaksanakan secara virtual dengan tema “The Role of Youth in Achieving Sustainable Forest & Environmental Management in New Normal Era,” Acara ini mengundang Muhammad Iqbal Maulana, SHut, MSc yang merupakan kandidat PhD di Wageningen University and Research, Belanda.ADVERTISEMENT Dalam kesempatan tersebut, Iqbal Maulana mengenalkan berbagai tipe artikel ilmiah, dan strukturnya. Dengan pengalamannya dalam menulis berbagai artikel ilmiah, ia memberikan tips dalam menentukan topik dan judul artikel. “Ketika menulis, perlu mencari topik yang relate atau familiar, memilih perspektif yang akan dilihat, serta membuat judul yang sederhana dan menarik,” katanya. Pada kesempatan yang sama, para peserta dilatih membuat short article dan melakukan per-review antar anggota tim.Dr Adisti Permatasari Putri Hartoyo selaku ketua penyelenggara menyampaikan bahwa training ini bertujuan untuk mengembangkan ide maupun gagasan serta kreativitas mahasiswa sebagai youth generation dalam menjawab isu-isu dunia kehutanan, serta membekali skill mahasiswa di masa depan. “Training ini dibuat lebih interaktif dan intensif, penugasan mandiri yang disertai dengan feedback berupa saran dan masukan artikel dari trainer, juga perhitungan learning hours untuk diklaim sebagai enrichment course bagi peserta yang menyelesaikan seluruh rangkaian acara dengan baik,” ujar Dr Adisti.ADVERTISEMENTIa melanjutkan, luaran yang diharapkan adalah artikel siap dipublikasikan di media digital, serta untuk diikutsertakan pada ajang-ajang kompetisi baik nasional maupun internasional. (*)

Sumber: https://kumparan.com/news-release-ipb/mahasiswa-fahutan-ipb-university-dibekali-skill-penulisan-1yfi2DvEwaa/full

16 Aug 2022

Peserta International Summer Course Fahutan IPB University Belajar Entrepreneurship dan Pengelolaan Hutan secara Lestari

Dalam rangkaian kegiatan The 3rd International Summer Course yang digelar Fakultas Kehutanan dan Lingkungan (Fahutan) IPB University, para peserta mendapatkan berbagai materi terkait pengelolaan hutan secara lestari, termasuk diantaranya peran wanita dalam kehutanan dan konservasi.

Pengetahuan mengenai Women in Forestry and Conservation disampaikan oleh Dr Arzyana Sunkar. Diantara peran wanita adalah sebagai pengasuh, perawat dan penjaga. Oleh karena itu, jika dikaitkan dengan upaya pelestarian hutan dan/atau konservasi maka peranan perempuan tersebut sangatlah penting, katanya.

Dosen Fahutan IPB University, Eva Rachmawati mengungkapkan, para peserta kegiatan summer course juga diajak untuk berkunjung secara virtual ke Hutan Pendidikan Gunung Walat. Kunjungan virtual ini dipandu Lufthi Rusniarsyah, SP, MSi, yang kini menjabat sebagai Direktur Eksekutif Hutan Pendidikan Gunung Walat (HPGW). Ia mempromosikan potensi-potensi yang terdapat di HPGW, aktivitas yang dapat dilakukan dan fasilitas yang tersedia.

Dalam kesempatan sama, peserta mendapatkan pengetahuan baru terkait social entrepreneurship yang diberikan oleh Dr Ani Kartikasari (Lincoln University, New Zealand). Selain itu, disampaikan pula bagaimana cara untuk berinteraksi dan bekerjasama dengan masyarakat lokal melalui presentasi Dr Ellyn K Damayanti yang berjudul Engaging Local Communities and Indigenous Peoples.

Di samping materi dari para akademisi, sharing pengalaman juga disampaikan para praktisi, diantaranya dari Perum Perhutani. Badan Usaha Milik Negara (BUMN) ini juga menjadi salah satu sponsor summer course.

Veronika Sianturi, Head of Strategic Planning Department of Perum Perhutani berbagi pengalaman mengenai aktivitas Sustainable Forest Management at Plantation Forest. Ia mengatakan, Perum Perhutani mendefinisikan pengelolaan hutan lestari sebagai suatu proses mengelola hutan untuk mencapai satu atau lebih tujuan, yang ditentukan dengan manajemen jelas.

“Pengelolaan ini dilakukan salah satunya untuk mendapatkan aliran produksi yang berkelanjutan dari hasil dan jasa hutan yang diinginkan. Tanpa pengurangan yang tidak semestinya dari nilai-nilai yang melekat dan produktivitas masa depan, dan tanpa hal-hal yang tidak diinginkan efek pada lingkungan fisik dan sosial,” tambah Veronika.

Tak ingin kalah dengan para dosen dan juga praktisi kehutanan, mahasiswa Fahutan IPB University juga ikut berbagi pengalaman dengan para peserta summer course yang berasal dari berbagai negara dan universitas. Para mahasiswa yang tergabung dalam berbagai organisasi mahasiswa (ormawa) di lingkup Fahutan mengenalkan visi, misi, tujuan dan aktivitas yang dilakukan di organisasi masing-masing.

Salah satu peserta asal Nepal Bindu mengajukan pertanyaan tentang benefit yang didapatkan ketika bergabung dengan organisasi International Forestry Students’ Association (IFSA). Pasalnya IFSA dapat bekerja sama dengan berbagai negara dan megembangkan kemampuan bahasa inggris. Selain itu, sebagian peserta berminat untuk ikut serta dalam organisasi lainnya untuk mengembangkan soft skill dan hard skill. (*/Rz)

Published Date : 08-Aug-2022

Resource Person : Veronika Sianturi, Eva Rachmawati

Keyword : The 3rd International Summer Course, Fahutan IPB, Pengelolaan Hutan secara Lestari

SDG : SDG 4 – QUALITY EDUCATION, SDG 15 – LIFE ON LAND, SDG 13 CLIMATE ACTION

Sumber: https://ipb.ac.id/news/index/2022/08/peserta-international-summer-course-fahutan-ipb-university-belajar-entrepreneurship-dan-pengelolaan-hutan-secara-lestari/761cd76789432598ae000382abc4605c

04 Aug 2022

Fahutan IPB University Gelar International Summer Course Bahas Tantangan Dunia Kehutanan, Hadirkan 15 Pembicara Berbagai Negara

Fakultas Kehutanan dan Lingkungan (Fahutan) IPB University menyelenggarakan The 3rd International Summer Course on Forestry and Environment bertajuk “Sustainable Forest and Environmental Management in New Normal Era: Conservation, Biodiversity, and Culture (ForSC2022)” secara daring (1/8).

Tantangan dunia kehutanan bukanlah menjadi masalah satu atau dua negara, melainkan masalah bersama. Sehingga dengan adanya kegiatan Summer Course ini diharapkan mampu meningkatkan peran dan partisipasi generasi muda di dunia dalam mengelola dan melestarikan hutan.

Summer course memfasilitasi generasi muda untuk dapat menambah pengetahuan mereka terkait pengelolaan hutan secara lestari, terutama di era pasca pandemi. Dengan saling bertukar pengalaman, saling berdiskusi dan juga meningkatkan kemampuan bekerja sama antar mahasiswa baik di level nasional maupun internasional.

Dalam kesempatan itu, Wakil Rektor IPB University bidang Internasionalisasi, Kerjasama dan Hubungan Alumni, Prof Dodik Ridho Nurrochmat memberikan keynote speech dengan tema The Role of Youth for Sustainable Forest Management.

Pelaksanaan summer course setara dengan dua Sistem Kredit Semester (SKS). Kegiatan mencakup perkuliahan, virtual visit ke Hutan Pendidikan Gunung Walat, Taman Nasional Way Kambas dan Kampus IPB University serta Youth Initiative Contest (berupa lomba penulisan essay dan poster).

Hadir sebagai narasumber, Prof Mark dari University of Maryland. Ia menyampaikan terdapat tiga tantangan untuk menciptakan karbon yang fungsional dan kredibel untuk lahan gambut Indonesia yaitu mendeteksi kebakaran dan pemetaan area yang terbakar, memperkirakan volume dan massa biomassa yang dikonsumsi oleh api dan mengukur faktor emisi yang relevan. 

“Dengan mengetahui ketiga informasi dasar ini, maka kita dapat melakukan penilaian efektivitas kegiatan mitigasi,” tambahnya.

Sementara, Dr Pranab J Patar dari Global Foundation (India) mengatakan, keberlanjutan akan tercapai jika ketiga aspek terpenuhi, yaitu sosial, ekonomi dan lingkungan. Hal ini akan menuju pada capaian holistik untuk lingkungan dan manajemen konservasi yang baik.

“Sehingga menciptakan solusi berbasis alam, produk dan layanan ramah lingkungan, teknologi ramah lingkungan, gaya hidup tanpa limbah, pertanian alami dan meningkatkan stok karbon,” tandasnya.

Summer course akan berlangsung 1-9 Agustus dengan menghadirkan 15 pembicara yang berasal dari dalam dan luar negeri diantaranya University of Maryland – United States, Global Foundation – India, Lincoln University – New Zealand, Universidade de Santiago de Compostela – Spain, Universiti Putra Malaysia – Malaysia dan Mindanao State University – Philippines.

Selain para akademisi, pembicara juga berasal dari lembaga swadaya masyarakat (LSM), Perum Perhutani dan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Kegiatan diikuti oleh 78 peserta dari 6 negara dan 12 universitas berbeda. (*/Rz)

Published Date : 02-Aug-2022

Resource Person : Prof Mark, Dr Pranab J Patar

Keyword : Summer Course on Forestry and Environment, Fahutan IPB, Generasi Muda

SDG : SDG 4 – QUALITY EDUCATION, SDG 15 – LIFE ON LAND, SDG 13 CLIMATE ACTION

Sumber: https://ipb.ac.id/news/index/2022/08/fahutan-ipb-university-gelar-international-summer-course-bahas-tantangan-dunia-kehutanan-hadirkan-15-pembicara-berbagai-negara/1fa13fb659dc6cab60ba239a366807ca

EnglishIndonesian