KSHE IPB University Latih Petani Desa Penyangga TNGHS Perbanyakan Tanaman Secara Vegetatif

KSHE IPB University Latih Petani Desa Penyangga TNGHS Perbanyakan Tanaman Secara Vegetatif

KSHE IPB University Latih Petani Desa Penyangga TNGHS Perbanyakan Tanaman Secara Vegetatif

Departemen Konservasi Sumberdaya Hutan dan Ekowisata (DKSHE), Fakultas Kehutanan dan Lingkungan (Fahutan) IPB University kembali melanjutkan rangkaian kegiatan pemberdayaan masyarakat program Implementing Partner FOLU Net Sink 2030.  

Setelah melaksanakan penanaman 35.899 pohon pada April 2026 di empat desa penyangga Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS), kini program berupa pelatihan peningkatan kapasitas petani. Program berlangsung di Desa Cihamerang, Kabandungan, Cipeuteuy, dan Mekarjaya.

Di bawah naungan Dr Rinekso Soekmadi, kegiatan diarahkan untuk memastikan keberlanjutan pengelolaan tanaman multi purpose tree species (MPTS) dan tanaman kehutanan, sekaligus memperkuat kesiapan masyarakat menuju pengusulan areal preservasi.

“Kegiatan ini merupakan bagian dari strategi penguatan kapasitas masyarakat dalam mendukung pengelolaan lanskap berkelanjutan yang mengintegrasikan aspek konservasi, peningkatan serapan karbon, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat di desa penyangga,” ujar Dr Rinekso.

Pelatihan dilaksanakan selama lima hari dengan tema berbeda. Hari pertama mengangkat tema “Perbanyakan Tanaman Secara Vegetatif.” Kegiatan dibuka oleh Zulham, SHut, MT, Koordinator Kelompok Kerja Konservasi Kawasan, Keanekaragaman Hayati, dan Pembayaran Jasa Lingkungan Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) Wilayah III Sukabumi Balai TNGHS.

Dalam sambutannya, Zulham menegaskan bahwa penguatan kapasitas petani desa penyangga menjadi kunci dalam menjaga keseimbangan antara peningkatan kesejahteraan masyarakat dan pelestarian fungsi ekologis kawasan.

“Kami percaya bahwa ketika masyarakat memiliki sumber penghidupan yang baik, produktivitas lahan meningkat, dan hasil pertanian memberikan keuntungan yang lebih besar, maka tekanan terhadap kawasan hutan juga akan berkurang. Dengan demikian, konservasi dan kesejahteraan bukanlah dua hal yang saling bertentangan, melainkan dua tujuan yang dapat dicapai secara bersamaan melalui kolaborasi dan pengelolaan yang tepat,” ujarnya.

Dosen Fahutan IPB University sekaligus pakar bidang silvikultur dan teknologi perbanyakan tanaman hutan, Ir Andi Sukendro, MSi, berbagi teknik perbanyakan tanaman secara vegetatif, meliputi teknik stek, cangkok, okulasi, serta sambungan atau grafting

Pada sesi praktik, tanaman durian dan alpukat digunakan sebagai objek pembelajaran. Kedua jenis tanaman tersebut dipilih karena merupakan komoditas MPTS yang paling diminati petani serta memiliki nilai ekonomi tinggi di wilayah desa penyangga TNGHS.

Antusiasme peserta terlihat tinggi sepanjang kegiatan, terutama saat sesi praktik perbanyakan tanaman. Para petani menilai materi yang diberikan sangat relevan dengan kebutuhan mereka karena dapat diterapkan secara langsung untuk menghasilkan bibit tanaman MPTS secara mandiri. Hal ini diharapkan dapat mengurangi biaya pembelian bibit, meningkatkan ketersediaan bahan tanam berkualitas, serta mendorong pengembangan usaha tani yang lebih produktif dan berkelanjutan.

Melalui rangkaian pelatihan ini, Departemen KSHE IPB University bersama Balai TNGHS berharap masyarakat di empat desa penyangga semakin memiliki kapasitas dalam mengelola lahan secara berkelanjutan, meningkatkan produktivitas usaha tani, serta berperan aktif dalam menjaga kelestarian kawasan TNGHS. (*/Rz)

Sumber : https://www.ipb.ac.id/news/index/2026/06/kshe-ipb-university-latih-petani-desa-penyangga-tnghs-perbanyakan-tanaman-secara-vegetatif/