Fakultas Kehutanan dan Lingkungan

0251- 8621677

fahutan@apps.ipb.ac.id

Jalan Ulin, Kampus IPB Dramaga Bogor Jawa Barat 16680
16 Aug 2022

Perkuat Kerja Sama, PT Musi Hutan Persada Berikan Beasiswa kepada Mahasiswa IPB University

IPB University menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan PT Musi Hutan Persada dalam rangka pemberian beasiswa ikatan kerja. Penandatanganan MoU tersebut dilaksanakan  di Ruang Sidang Rektor Gedung Andi Hakim Nasoetion Kampus IPB Dramaga Bogor, (12/8). 

Pada tahun ini, PT Musi Hutan Persada memberikan beasiswa ikatan kerja kepada tiga mahasiswa Program Studi Manajemen Hutan, Fakultas Kehutanan dan Lingkungan IPB University. Ketiganya yaitu Sopha Erna Ariyana (56), Muhammad Sadam Husen (56), dan Tiara Nurul Arifah (56). 
Beasiswa ini mencakup pembayaran Uang Kuliah Tunggal (UKT) semester 7 dan 8, living cost per bulan senilai Rp 1,5 juta, biaya akomodasi perjalanan untuk program magang di area kerja dan tiket keberangkatan ke lokasi kerja.

Wakil Rektor Bidang Pendidikan dan Kemahasiswaan, Prof Drajat Martianto, dalam sambutannya berpesan kepada penerima beasiswa untuk tidak menyia-nyiakan segala kesempatan yang telah mereka dapatkan.  “Menerima beasiswa tentu merupakan suatu kehormatan yang luar biasa. Kesempatan ini tidak bisa diperoleh oleh semua orang. Di balik itu, tentu ada tanggung jawab yang lebih untuk belajar lebih giat dan menunjukkan prestasi serta etos kerja,” tuturnya.

Prof Drajat juga mengapresiasi PT Musi Hutan Persada yang telah memberikan beasiswa kepada ketiga mahasiswa tersebut. Ia berharap kerja sama ini dapat meningkatkan serta menguatkan kolaborasi antara IPB University dan PT Musi Hutan Persada di kemudian hari. 

Direktur Utama PT Musi Hutan Persada, Mr Yasuharu Nakabayashi, mengungkapkan kerja sama ini telah diinisiasi bersama dengan IPB University sejak tahun 2019. Ia berharap, para penerima beasiswa ini menerapkan segala skill yang dimiliki untuk pengembangan diri dan perusahaan. 

“Sampai saat ini, terhitung 12 penerima beasiswa berasal dari IPB University. Penerima beasiswa pada batch sebelumnya telah menampilkan kinerja yang luar biasa. Kami berharap para penerima beasiswa ini dapat menampilkan antusiasme dan kinerja yang sama pula. Tidak hanya untuk perusahaan tetapi juga untuk diri sendiri dan nama baik IPB University,” ucapnya.
Mewakili para penerima beasiswa, Tiara Nurul Arifah berterima kasih atas kesempatan yang telah diberikan PT Musi Hutan Persada. Ia berharap dapat memaksimalkan potensi yang dimiliki untuk diaplikasikan di perusahaan kelak.

“Sebagai penerima beasiswa, kami akan berusaha untuk mengaplikasikan ilmu yang telah didapatkan di bangku perkuliahan. Semoga kami dapat memaksimalkan kemampuan kami dengan belajar dan menimba pengalaman bersama PT Musi Hutan Persada,” ungkapnya. (*)

Published Date : 15-Aug-2022

Resource Person : Prof Drajat Martianto, Mr Yasuharu Nakabayashi

Keyword : Beasiswa, PT Musi Hutan Persada, IPB University

Sumber: https://ipb.ac.id/news/index/2022/08/perkuat-kerja-sama-pt-musi-hutan-persada-berikan-beasiswa-kepada-mahasiswa-ipb-university/0bb7d6bfb0e7cb8f3262a8e69a8c425a

16 Aug 2022

Peserta International Summer Course Fahutan IPB University Belajar Entrepreneurship dan Pengelolaan Hutan secara Lestari

Dalam rangkaian kegiatan The 3rd International Summer Course yang digelar Fakultas Kehutanan dan Lingkungan (Fahutan) IPB University, para peserta mendapatkan berbagai materi terkait pengelolaan hutan secara lestari, termasuk diantaranya peran wanita dalam kehutanan dan konservasi.

Pengetahuan mengenai Women in Forestry and Conservation disampaikan oleh Dr Arzyana Sunkar. Diantara peran wanita adalah sebagai pengasuh, perawat dan penjaga. Oleh karena itu, jika dikaitkan dengan upaya pelestarian hutan dan/atau konservasi maka peranan perempuan tersebut sangatlah penting, katanya.

Dosen Fahutan IPB University, Eva Rachmawati mengungkapkan, para peserta kegiatan summer course juga diajak untuk berkunjung secara virtual ke Hutan Pendidikan Gunung Walat. Kunjungan virtual ini dipandu Lufthi Rusniarsyah, SP, MSi, yang kini menjabat sebagai Direktur Eksekutif Hutan Pendidikan Gunung Walat (HPGW). Ia mempromosikan potensi-potensi yang terdapat di HPGW, aktivitas yang dapat dilakukan dan fasilitas yang tersedia.

Dalam kesempatan sama, peserta mendapatkan pengetahuan baru terkait social entrepreneurship yang diberikan oleh Dr Ani Kartikasari (Lincoln University, New Zealand). Selain itu, disampaikan pula bagaimana cara untuk berinteraksi dan bekerjasama dengan masyarakat lokal melalui presentasi Dr Ellyn K Damayanti yang berjudul Engaging Local Communities and Indigenous Peoples.

Di samping materi dari para akademisi, sharing pengalaman juga disampaikan para praktisi, diantaranya dari Perum Perhutani. Badan Usaha Milik Negara (BUMN) ini juga menjadi salah satu sponsor summer course.

Veronika Sianturi, Head of Strategic Planning Department of Perum Perhutani berbagi pengalaman mengenai aktivitas Sustainable Forest Management at Plantation Forest. Ia mengatakan, Perum Perhutani mendefinisikan pengelolaan hutan lestari sebagai suatu proses mengelola hutan untuk mencapai satu atau lebih tujuan, yang ditentukan dengan manajemen jelas.

“Pengelolaan ini dilakukan salah satunya untuk mendapatkan aliran produksi yang berkelanjutan dari hasil dan jasa hutan yang diinginkan. Tanpa pengurangan yang tidak semestinya dari nilai-nilai yang melekat dan produktivitas masa depan, dan tanpa hal-hal yang tidak diinginkan efek pada lingkungan fisik dan sosial,” tambah Veronika.

Tak ingin kalah dengan para dosen dan juga praktisi kehutanan, mahasiswa Fahutan IPB University juga ikut berbagi pengalaman dengan para peserta summer course yang berasal dari berbagai negara dan universitas. Para mahasiswa yang tergabung dalam berbagai organisasi mahasiswa (ormawa) di lingkup Fahutan mengenalkan visi, misi, tujuan dan aktivitas yang dilakukan di organisasi masing-masing.

Salah satu peserta asal Nepal Bindu mengajukan pertanyaan tentang benefit yang didapatkan ketika bergabung dengan organisasi International Forestry Students’ Association (IFSA). Pasalnya IFSA dapat bekerja sama dengan berbagai negara dan megembangkan kemampuan bahasa inggris. Selain itu, sebagian peserta berminat untuk ikut serta dalam organisasi lainnya untuk mengembangkan soft skill dan hard skill. (*/Rz)

Published Date : 08-Aug-2022

Resource Person : Veronika Sianturi, Eva Rachmawati

Keyword : The 3rd International Summer Course, Fahutan IPB, Pengelolaan Hutan secara Lestari

SDG : SDG 4 – QUALITY EDUCATION, SDG 15 – LIFE ON LAND, SDG 13 CLIMATE ACTION

Sumber: https://ipb.ac.id/news/index/2022/08/peserta-international-summer-course-fahutan-ipb-university-belajar-entrepreneurship-dan-pengelolaan-hutan-secara-lestari/761cd76789432598ae000382abc4605c

08 Aug 2022

Orasi Ilmiah Guru Besar 13 Agustus 2022

Sidang Terbuka Institut Pertanian Bogor dengan acara khusus Orasi Ilmiah Guru Besar pada hari Sabtu, 13 Agustus 2022 menghadirkan tiga guru besar dengan masing-masing judul orasi yang akan disampaikan sebagai berikut:

Prof. Dr. drh. Gunanti, M.S.
GURU BESAR TETAP FAKULTAS KEDOKTERAN HEWAN
“Inovasi Hewan Model untuk Penanganan Penyakit pada Manusia dan Riset Pengembangan Transplantasi Organ”

Prof. Dr. Ir. Dede Hermawan, M.Sc.
GURU BESAR TETAP FAKULTAS KEHUTANAN DAN LINGKUNGAN
“Potensi dan Aplikasi Biokomposit Ramah Lingkungan”

Prof. Dr. Ir. Hadi Riyadi, M.S. 
GURU BESAR TETAP FAKULTAS EKOLOGI MANUSIA
“Obesitas sebagai Masalah Gizi Masyarakat dan Strategi Penanggulangannya”

04 Aug 2022

Fahutan IPB University Gelar International Summer Course Bahas Tantangan Dunia Kehutanan, Hadirkan 15 Pembicara Berbagai Negara

Fakultas Kehutanan dan Lingkungan (Fahutan) IPB University menyelenggarakan The 3rd International Summer Course on Forestry and Environment bertajuk “Sustainable Forest and Environmental Management in New Normal Era: Conservation, Biodiversity, and Culture (ForSC2022)” secara daring (1/8).

Tantangan dunia kehutanan bukanlah menjadi masalah satu atau dua negara, melainkan masalah bersama. Sehingga dengan adanya kegiatan Summer Course ini diharapkan mampu meningkatkan peran dan partisipasi generasi muda di dunia dalam mengelola dan melestarikan hutan.

Summer course memfasilitasi generasi muda untuk dapat menambah pengetahuan mereka terkait pengelolaan hutan secara lestari, terutama di era pasca pandemi. Dengan saling bertukar pengalaman, saling berdiskusi dan juga meningkatkan kemampuan bekerja sama antar mahasiswa baik di level nasional maupun internasional.

Dalam kesempatan itu, Wakil Rektor IPB University bidang Internasionalisasi, Kerjasama dan Hubungan Alumni, Prof Dodik Ridho Nurrochmat memberikan keynote speech dengan tema The Role of Youth for Sustainable Forest Management.

Pelaksanaan summer course setara dengan dua Sistem Kredit Semester (SKS). Kegiatan mencakup perkuliahan, virtual visit ke Hutan Pendidikan Gunung Walat, Taman Nasional Way Kambas dan Kampus IPB University serta Youth Initiative Contest (berupa lomba penulisan essay dan poster).

Hadir sebagai narasumber, Prof Mark dari University of Maryland. Ia menyampaikan terdapat tiga tantangan untuk menciptakan karbon yang fungsional dan kredibel untuk lahan gambut Indonesia yaitu mendeteksi kebakaran dan pemetaan area yang terbakar, memperkirakan volume dan massa biomassa yang dikonsumsi oleh api dan mengukur faktor emisi yang relevan. 

“Dengan mengetahui ketiga informasi dasar ini, maka kita dapat melakukan penilaian efektivitas kegiatan mitigasi,” tambahnya.

Sementara, Dr Pranab J Patar dari Global Foundation (India) mengatakan, keberlanjutan akan tercapai jika ketiga aspek terpenuhi, yaitu sosial, ekonomi dan lingkungan. Hal ini akan menuju pada capaian holistik untuk lingkungan dan manajemen konservasi yang baik.

“Sehingga menciptakan solusi berbasis alam, produk dan layanan ramah lingkungan, teknologi ramah lingkungan, gaya hidup tanpa limbah, pertanian alami dan meningkatkan stok karbon,” tandasnya.

Summer course akan berlangsung 1-9 Agustus dengan menghadirkan 15 pembicara yang berasal dari dalam dan luar negeri diantaranya University of Maryland – United States, Global Foundation – India, Lincoln University – New Zealand, Universidade de Santiago de Compostela – Spain, Universiti Putra Malaysia – Malaysia dan Mindanao State University – Philippines.

Selain para akademisi, pembicara juga berasal dari lembaga swadaya masyarakat (LSM), Perum Perhutani dan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Kegiatan diikuti oleh 78 peserta dari 6 negara dan 12 universitas berbeda. (*/Rz)

Published Date : 02-Aug-2022

Resource Person : Prof Mark, Dr Pranab J Patar

Keyword : Summer Course on Forestry and Environment, Fahutan IPB, Generasi Muda

SDG : SDG 4 – QUALITY EDUCATION, SDG 15 – LIFE ON LAND, SDG 13 CLIMATE ACTION

Sumber: https://ipb.ac.id/news/index/2022/08/fahutan-ipb-university-gelar-international-summer-course-bahas-tantangan-dunia-kehutanan-hadirkan-15-pembicara-berbagai-negara/1fa13fb659dc6cab60ba239a366807ca

01 Aug 2022

Tingkatkan Skill Mahasiswa, Fahutan IPB University Undang Content Creator dan Poster Designer

Fakultas Kehutanan dan Lingkungan (Fahutan) IPB University menyelenggarakan training pembuatan poster media sosial kepada mahasiswa.  Acara digelar secara virtual. Kegiatan bertajuk “The Role of Youth in Achieving Sustainable Forest & Environmental Management in New Normal Era” ini menghadirkan trainers merupakan seorang content creator dan penulis/editor Republika Network, Mutia Ramadhani, SHut dan Robi Deswaldi, SHut, MSi, selaku EO Textonia – Forest Digest.

Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan, Fahutan IPB University, Prof Noor F Haneda dalam pembukaan menyampaikan, kegiatan ini bertujuan membekali para mahasiswa dalam mengembangkan kreativitas, ide/gagasan dan berpikir kritis dalam menghadapi tantangan dunia kehutanan, serta meningkatkan skill mereka.

Mutia Ramadhani memberikan tips dan langkah-langkah dalam menggali ide/gagasan. mengatakan, tips cepat dan mudah dalam menggali ide adalah melalui ATM yakni amati, tiru dan modifikasi.

Sementara itu, Robi Deswaldi berbagi pengalaman terkait aplikasi desain poster. Ia menyebut, salah satu aplikasi untuk mendesain poster dengan terjangkau, cepat dan mudah adalah Canva.  “Hal utama yang perlu diperhatikan dari awal adalah tema poster. Lalu tentukan warna desain yang diinginkan,” tambahnya.

Dr Adisti Permatasari Putri Hartoyo, Ketua Penyelenggara kegiatan menyampaikan, training ini dirancang lebih intensif dari tahun sebelumnya. Kegiatan mencakup penyampaian materi dan diskusi interaktif, penugasan mandiri dengan coaching intensif bersama para trainer, serta feedback berupa saran/masukan karya untuk setiap peserta. 

“Luaran yang diharapkan adalah karya poster dan artikel siap dipublikasikan di media sosial sebagai bentuk kampanye, serta untuk diikutsertakan pada ajang-ajang kompetisi baik nasional maupun internasional,” ungka Dosen Fahutan IPB University ini.

Tak hanya berasal dari IPB University, training ini dihadiri oleh puluhan peserta dari berbagai universitas di Indonesia dan luar negeri. Para peserta terlihat antusias mengikuti rangkaian kegiatan training ini. (*/Rz)

Published Date : 29-Jul-2022

Resource Person : Dr Adisti Permatasari Putri Hartoyo, Mutia Ramadhani, Prof Noor F Haneda

SDGs : SDGs 3, SDGs 15, SDGs 17

Keyword : Fahutan IPB, Pelatihan Desain Poster, Poster Media Sosial

Sumber : https://ipb.ac.id/news/index/2022/07/tingkatkan-skill-mahasiswa-fahutan-ipb-university-undang-content-creator-dan-poster-designer/07c4acc48691640ca372f72f25735ff6

01 Aug 2022

FAHUTAN IPB UNIVERSITY SUSKES MENYELENGGARAKAN PRAKTIK LAPANG KEHUTANAN MAHASISWA ANGKATAN 57 DI MASA TRANSISI PANDEMI COVID-19 KE ERA NORMAL BARU

Oleh Bayu Winata

Foto/Dokumentasi: terlampir

Senin, 11 Juli 2022 Dr. Ir. Naresworo Nugroho, MS selaku Dekan Fakultas Kehutanan dan Lingkungan IPB University (Fahutan IPB) secara resmi membuka dan melepas kegiatan Praktik Lapang Kehutanan (PLK) Domisili Tahun 2022. Kegiatan PLK 2022 kali ini diikuti oleh sekitar 400-an mahasiswa Fahutan IPB Angkatan 57 (E-57). Kegiatan ini juga dihadiri oleh Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan, Komisi Praktik Lapang, perwakilan dosen pembimbing PLK Domisili 2022, serta perwakilan peserta PLK Domisili 2022. Pembukaan dan pelepasan keberangkatan untuk PLK Domisili 2022 ini dilakukan dengan acara seremoni (upacara) sederhana di lapangan Gedung Pusat Informasi Kehutanan, Fahutan IPB.

Mengingat kondisi transisi dari Pandemi Covid-19 ke era normal baru, maka kegiatan PLK Domisili 2022 masih dilakukan secara hybrid dan sesuai protokol kesehatan yang berlaku,seperti dua tahun sebelumnya. Beberapa topik materi yang diberikan secara daring, sebab tidak memungkinkan untuk dilakukan secara luring bagi seluruh mahasiswa, yaitu Pengenalan Ekosistem Hutan di Indonesia (dari hutan pantai sampai hutan pegunungan), Hutan dan Iklim, Tanah Hutan, serta Industri Kehutanan. Pada rangkaian kegiatan PLK Domisili 2022 secara daring tersebut, Komisi Praktik Lapang Fahutan IPB selaku pelaksana teknis kegiatan PLK Domisili 2022 menghadirkan beberapa narasumber yang kompeten di bidangnya, yang berasal dari berbagai macam sektor yang berkaitan dengan kehutanan, baik dari instansi pemerintah maupun swasta.

Kegiatan PLK Domisili 2022 yang dilakukan secara luring, meliputi kegiatan Praktik Pengelolaan Hutan dimana mahasiswa disebar di berbagai lokasi sesuai dengan domisilinya. Sekitar 180-an mahasiswa ditempatkan dan melaksanakan praktik luring di Hutan Pendidikan Gunung Walat / HPGW (Gunung Walat University Forest) Fakultas Kehutanan dan Lingkungan IPB Univeristy yang berlokasi di Kab. Sukabumi, Jawa Barat. Adapun sisanya ditempatkan dan melaksanakan Praktik Pengelolaan Hutan di berbagai lokasi kawasan hutan di Indonesia, diantaranya berbagai KPH Perhutani di Pulau Jawa, berbagai KPH di Pulau Sumatera dan Bali, bahkan di Taman Nasional (TN), seperti TN. Gunung Merapi serta TN. Kepulauan Seribu. Pembagian dan penempatan praktik mahasiswa yang dilakukan di berbagai lokasi sesuai domisili mahasiswa dilakukan dengan tujuan mengurangi kepadatan jumlah mahasiswa yang melakukan praktik di suatu lokasi, sehingga mengurangi resiko penyebaran Covid-19 yang saat ini masih terjadi. Adapun sub-topik materi dari Praktik Pengelolaan Hutan yang dilakukan oleh mahasiswa secara luring, diantaranya, yaitu Perencanaan Hutan, Pembinanaan Hutan, Pemanenan Hutan (kayu dan/atau non kayu/HHBK), Konservasi Sumberdaya Alam Hayati (KSDAH), Perlindungan Hutan, serta Kehutanan Masyarakat.

Walaupun kegiatan dilakukan secara hybrid atau belum dilakukan 100% secara luring dan dengan segala keterbatasan yang dihadapi, namun anemo dan antusiasme mahasiswa, dosen, bahkan tenaga kependidikan Fahutan IPB begitu terasa dalam mengikuti dan mensukseskan kegiatan ini. Khusus bagi peserta PLK Domisili 2022, yaitu mahasiswa Fahutan E-57, hal ini merupakan sesuatu yang berarti dan momentum tak terlupakan dalam hidupnya, mengingat mayoritas mahasiswa angkatan ini telah mengalami kegiatan daring hampir sejak awal perkuliahan, bahkan sejak semester akhir masa sekolah menengah atasnya. Kegiatan PLK Domisili 2022 memberikan kesempatan bagi para mahasiswa untuk berinteraksi langsung dengan hutan dan berbagai sumberdaya alam yang ada di dalamnya bahkan dengan masyarakat yang ada di sekitarnya.

Kata Kunci: Covid-19, era normal baru, Fahutan, HPGW, IPB, IPB University, PLK, praktik lapang kehutanan, SDGs, SDGs4, SDGs5, SDGs9, SDGs13, SDGs15, SDGs17, 2022

Tag SDGs:    #SDGs4 #SDGs5 #SDGs9 #SDGs13 #SDGs15 #SDGs17

26 Jul 2022

Departemen Silvikultur IPB University Fasilitasi Kegiatan Sertifikasi Kompetensi Perbenihan Tanaman Hutan

Departemen Silvikultur, Fakultas Kehutanan dan Lingkungan (Fahutan) IPB University menggandeng Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Agribisnis Ambissi kembali gelar Program Sertifikasi Kompetensi Kerja (PSKK) 2022. LSP Agribisnis Ambissi sendiri merupakan lembaga sertifikasi profesi yang kredibel dan kompeten yang terafiliasi di bawah Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) yang saat ini memiliki 55 skema sertifikasi kompetensi, salah satunya di bidang perbenihan tanaman hutan. 

Kegiatan ini dilaksanakan dalam 3 skema yang berbeda, diantaranya pembuat bibit generatif yang dilaksanakan pada tanggal 28 Mei 2022, kemudian skema pelaksana penanganan benih tanaman hutan yang dilaksanakan pada tanggal 29 Mei 2022, dan yang terakhir skema 3 pemeriksa mutu benih tanaman hutan yang dilaksanakan pada tanggal 4 Juni 2022. Masing-masing skema memiliki kuota sebanyak 20 orang. Asesi yang terlibat dalam kegiatan ini terdiri dari mahasiswa dan dosen Departemen Silvikultur, tenaga kependidikan Universitas Hasanuddin, dan beberapa perusahaan yang bergerak di bidang perbenihan tanaman hutan juga mengutus karyawannya untuk mengikuti kegiatan PSKK ini.  Pelaksanaan asesmen dilakukan secara offline atau luring dengan menerapkan 2 sesi ujian, yaitu ujian tertulis dan ujian praktik.  

Manajer Sertifikasi LSP Agribisnis Ambissi, Sunarbowo mengatakan, “Harapan ke depannya, Departemen Silvikultur IPB University bisa dirancang untuk menjadi tempat uji kompetesi (TUK) tetap. Ia juga berharap, dengan adanya sertifikat sertifikasi profesi yang terpercaya ini, harapannya para asesi yang telah mengikuti rangkaian kegiatan sertifikasi dapat menggunakan sertifikatnya dengan sebaik mungkin, sekaligus dapat menekuni dengan profesional di bidang yang telah dipilih. (*/SW)

Sumber: https://ipb.ac.id/news/index/2022/06/departemen-silvikultur-ipb-university-fasilitasi-kegiatan-sertifikasi-kompetensi-perbenihan-tanaman-hutan/649b81c679e97f7cba7298e9c91d385f

22 Jul 2022

Press Release Kerjasama IPB University dengan UPM, UTB, DAN NICT JAPAN dalam Pengembangan Sistem Monitoring Lahan Gambut (NET-PEAT) Untuk Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan

Oleh: Prof. Dr. Ir. Lailan Syaufina

Fakultas Kehutanan dan Lingkungan IPB sebagai host telah sukses menyelenggarakan Webinar “Fire Prevention for Sustainable Peatland Management” pada hari Selasa, tanggal 19 Juli 2022 dengan dihadiri oleh 241 orang peserta dari 17 negara (Indonesia, Malaysia, Brunei Darussalam, Singapore, Lao PDR, Thailand, Myanmar, Kamoja, Timor Leste, Australian, Korea Selatan, Jepang, China, Kenya, Ghana, Pakistan, Italia).  Prof. Lailan Syaufina sebagai Country Lead menjelaskan bahwa kegiatan webinar ini merupakan rangkaian kegiatan dari Net-Peat Project (Networked ASEAN Peatland Communities for Transboundary Haze Alert) yang merupakan program kerjasama riset tentang pengelolaan dan sistem monitoring lahan gambut antara IPB dengan Universiti Putra Malaysia (UPM), University Teknologi Brunei (UTB), dan APT-NICT (The National Institute of Information and Communications Technology -Asia Center, Japan) dengan Ketua Tim adalah Prof. Aduwati Sali dari UPM.  Webinar dibuka oleh Dekan Fakultas Kehutanan dan Lingkungan IPB, Dr. Naresworo Nugroho.  Dalam sambutannya Dekan menyampaikan bahwa IPB menyambut baik adanya webinar ini yang sangat relevan dengan isu kehutanan saat ini, yaitu FOLU NET SINK 2030.  Direktur NICT Asia Center, Dr. Nishino Hisanori menyampaikan bahwa NICT sangat mendorong dan mendukung kerjasama penelitian di bidang infomasi dan teknologi untuk pengelolaan sumberdaya alam dan lingkungan seperti kerjasama penelitian NET-PEAT ini.  Tujuan dari Webinar ini untuk meningkatkan pertukaran pengetahuan dan informasi tentang pengendalian kebakaran hutan dan lahan, pengelolaan lahan gambut, dan penggunaan teknologi termasuk IoT dalam pengelolaan lahan gambut dan pengendalian karhutla.  Pembicara dalam Webinar ini terdiri dari para pakar dan pemegang kebijakan yang berkompeten di bidangnya, dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Badan Restorasi Gambut dan Mangrove, Global Environment Center, Regional Fire Monitoring Resource Center-SEA, IPB, Universitas Jambi, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika, Institut Teknologi Telkom Purwokerto, dan Badan Riset dan Inovasi Nasional.  Dalam paparannya Direktur Pengendalian Kerusakan Gambut, KLHK, Ir Sri Parwati Murwani Budisusanti, M.Sc.  menegaskan bahwa pemerintah Indonesia telah berkomitmen untuk mengendalikan kerusakan lahan gambut dan telah merestorasi 3.7 juta ha ekosistem gambut dengan melibatkan seluruh pihak terkait (perusahaan dan masyarakat). Komitmen ini juga diperkuat dengan teknologi sistem pemantaaun tinggi muka air lahan gambut SIMATAG-0.4m dan SIPALAGA. Sementara itu, Dr. Israr Albar, Kasubdit Penanggulangan Karhutla, Dit PKHL, KLHK, menyampaikan bahwa pencegahan kebakaran hutan telah menjadi prioritas utama dalam pengendalian karhutla, termasuk peningkatan kapasitas sistem informasi karhutla SiPongi dan SIPP Karhutla. Kegiatan Webinar ini juga didukung oleh MAHFSA (Measureable Action for Haze Free South East Asia) Project, dan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Tim peneliti dari Indonesia terdiri dari: Prof. Dr.Lailan Syaufina sebagai Ketua, dengan Anggota: Prof. Imas Sukaesih Sitanggang, Prof. Bambang Hero Saharjo, Dr. Hari Agung Adrianto, Dr.Erianto Indra Putra, Dr. Ati Dwi Nurhayati, Dr. Albertus Sulaiman (BRIN), dan Dr. Asmadi Saad (Universitas Jambi).

18 Jul 2022

Nitya Ade Santi Doktor Termuda 25 Tahun di Fakultas Kehutanan dan Lingkungan IPB University

Program Studi (Prodi) Ilmu Pengelolaan Hutan (IPH), Fakultas Kehutanan dan Lingkungan (Fahutan) IPB University meluluskan doktor termuda di Fahutan IPB. Pada sidang Promosi Doktor tersebut merupakan penganugerahan gelar Doktor (Dr) kepada Nitya Ade Santi yang dilaksanakan beberapa waktu lalu. Adapun judul disertasi mahasiswi Prodi IPH itu ialah “Pengembangan Metode Pengukuran Tingkat Keparahan Kebakaran dan Regenerasi Vegetasi menggunakan Analisis Multi Waktu Langsung”.

Ia menemukan metode yang andal untuk mendeteksi kerusakan dan pertumbuhan vegetasi akibat kebakaran. Selain itu kriteria perubahan yang terjadi akibat kebakaran hutan juga dapat ditemukan dengan menggunakan remote sensing. Sebagai promotor, Prof. I Nengah Surati Jaya juga memaparkan beberapa prestasi yang diraih oleh Nitya. “Nitya saat ini aktif sebagai peneliti di FORCI dan pernah bekerja sebagai tenaga ahli di Badan Informasi Geospasial (BIG) dan KLHK,” ujar Prof. Nengah dikutip dari laman IPB University, Jumat (15/7/2022). Selama studi, Nitya mendapatkan beberapa beasiswa yaitu Tanoto Foundation, Erasmus Keyaction, dan Pendidikan Magister menuju Doktor untuk Sarjana Unggul (PMDSU). Untuk itulah Nitya selama masa studi sejak sarjana hingga doktor ia tempuh tanpa biaya. “Promovenda, Dr. Nitya selama masa studi S3 2019-2022 mempublikasikan 8 jurnal internasional, itu yang menjadikan promovenda extremely excellent,” jelas Prof. Nengah. Tentu, prestasi ini juga membawa kebahagiaan bagi komisi promosi, komisi luar pembimbing, Program Studi IPH dan Fahutan. Ketua Departemen Manajemen Hutan, Fahutan IPB University Dr. Muhdin juga memberikan ucapan selamat kepada Promovenda.

“Atas nama Prodi IPH, mengucapkan selamat kepada Promovenda yang telah menyelesaikan sidang promosi Doktor di usia 25 tahun 3 bulan, mencetak rekor baru di Fahutan IPB University,” terang Dr. Muhdin.

Sumber : https://www.kompas.com/edu/read/2022/07/15/171157971/nitya-jadi-doktor-termuda-25-tahun-fahutan-ipb-university