Fakultas Kehutanan dan Lingkungan

0251- 8621677

fahutan@apps.ipb.ac.id

Jalan Ulin, Kampus IPB Dramaga Bogor Jawa Barat 16680
08 Mar 2023

Prof Ulfah Juniarti Siregar Jelaskan Metode Pemuliaan Sengon Unggul Tahan Hama Boktor



Kayu sengon di Indonesia merupakan salah satu komoditas ekspor penting yang juga digunakan untuk memenuhi kebutuhan industri kayu nasional. Kayu ini rata-rata ditanam oleh rakyat di hutan tanaman rakyat.  Tahun 2019, penanaman sengon telah mencapai luasan 315 ribu hektar di pulau Jawa. Jumlah ini mencapai sembilan persen dari luasan seluruh jenis kayu lain.

Prof Ulfah Juniarti Siregar, Dosen Departemen Silvikultur Fakultas Kehutanan dan Lingkungan (Fahutan) IPB University menguraikan bahwa masih terdapat masalah dalam hutan tanaman sengon. Utamanya serangan hama boktor dan penyakit karat tumor. Hama dan penyakit ini langsung menyerang kayunya sehingga dapat menurunkan produktivitas secara signifikan.

“Sampai saat ini, berbagai metode pengendalian telah dicoba, namun belum ada metode yang efektif dan efisien, karena wilayah tanamannya sangat luas,” jelasnya dalam Friday Scientific Sharing Seminar ke-15 – Pusat Riset Rekayasa Genetika Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), (03/03).

Menurutnya, intensitas serangan pada hutan monokultur dapat mencapai lebih dari 50 persen. Sedangkan pada hutan campuran mencapai 12 persen. Bila tidak dikendalikan, kerugiannya bisa mencapai 70 persen.  “Maka dari itu, salah satu upaya mencegah kerugian lebih lanjut adalah dengan menanam sengon unggul tahan hama dan penyakit,” lanjutnya.

Ia telah melakukan penelitian multigenik dan multi transkrip untuk menggali pohon sengon yang resisten terhadap hama boktor dan penyakit karat tumor. Hal ini dilatarbelakangi oleh keragaman genetik sengon yang cukup tinggi di pulau Jawa.  “Harapannya dapat melakukan seleksi genetik terhadap sengon unggul melalui upaya pemuliaan,” imbuhnya.

Ia menambahkan, penelitian ini dilakukan dengan meneliti aktivitas enzim tripsin dan alfa amilase pada larva boktor. Ditemukan bahwa terdapat beberapa pohon yang resisten karena mengandung inhibitor enzim tersebut. Aktivitas inhibitor pada pohon sehat lebih besar daripada pohon yang rentan.  

“Temuan ini mengindikasikan adanya gen-gen penyandi sifat resistensi untuk melawan hama dan penyakit sehingga dilakukan uji keturunan sengon di tempat endemiknya,” katanya.  Ia menjelaskan, sifat resistensi sengon dikendalikan oleh faktor genetik dan diturunkan ke keturunan berikutnya. Pohon induk resisten akan menghasilkan keturunan lebih resisten dibandingkan pohon yang rentan.
“Selanjutnya, dilakukan klastering terhadap asesi yang resisten terhadap hama boktor dan penyakit karat tumor berdasarkan penanda molekuler mikrosatelit. Namun masih banyak asesi yang tidak dapat dipisahkan sehingga perlu pendekatan baru untuk dapat membedakan tanaman yang resisten dan rentan dalam upaya pemuliaan,” ujar Guru Besar IPB University ini.

Pendekatan lanjutan dilakukan dengan identifikasi gen resisten dengan menggunakan PCR dan kloning. Analisa transkriptomik lebih lanjut juga dilakukan untuk mengetahui gen rentan dan resisten. Hasilnya, pohon yang resisten memiliki ekspresi gen-gen terkait resistensi hama dan penyakit.

“Pengembangan penanda SNP (single nucleotide polymorphism) dari gen-gen terkait resistensi menunjukkan penanda dapat dipakai untuk mempercepat pemuliaan sengon resisten berbasis genome wide selection,” ungkapnya. (MW)

Published Date : 08-Mar-2023

Resource Person : Prof Ulfah Juniarti Siregar

Keyword : Guru Besar IPB University, dosen IPB University, sengon unggul tahan hama boktor dan kara tumor, diseminasi hasil penelitian Dosen IPB University

Sumber: https://ipb.ac.id/news/index/2023/03/prof-ulfah-juniarti-siregar-jelaskan-metode-pemuliaan-sengon-unggul-tahan-hama-boktor/52ab6e259436b86c0015093510134246

08 Mar 2023

FINALIS MAWAPRES IPB UNIVERSITY 2023

✨FINALIS MAWAPRES IPB UNIVERSITY 2023✨

Inilah Azzahra Putri S, salah satu sosok luar biasa yang menjadi bagian dalam Finalis Mahasiswa Berprestasi, IPB University tahun 2023. Ia merupakan mahasiswi Fakultas Kehutanan dan Lingkungan IPB University. Karya dan prestasi yang dicapainya menjadikan Azzahra pribadi yang ingin selalu berproses menjadi lebih baik dan melahirkan banyak manfaat di berbagai aspek kehidupan.
Terus semangat tebar dampak baik lewat prestasi dan legasi

“Go Further Than Your Ever Dreamed”

Sumber: https://www.instagram.com/p/CpekI3qvirJ/

15 Feb 2023

MWA Tetapkan Nama Empat Wakil Rektor IPB University Periode 2023-2028

IPB University menetapkan empat wakil rektor periode 2023-2028 dalam Sidang Paripurna Majelis Wali Amanat (MWA), di Kampus IPB Baranangsiang, Bogor (13/2). Ketua MWA IPB University, Prof. Dr. Tridoyo Kusumastanto, menyatakan bahwa Sidang Paripurna MWA hari ini telah menyetujui empat Wakil Rektor IPB University Periode 2023-2028 yang diajukan oleh Rektor.

Prof. Dr. Deni Noviana yang saat ini menjabat sebagai Dekan Sekolah Kedokteran Hewan dan Biomedis (SKHB) ditetapkan sebagai Wakil Rektor I (Bidang Pendidikan dan Kemahasiswaan).  Dr. Alim Setiawan Slamet yang saat ini menjabat sebagai Direktur Kemahasiswaan dan Pengembangan Karier ditetapkan sebagai Wakil Rektor II (Bidang Resiliensi Sumberdaya dan Infrastruktur). Prof. Dr. Ernan Rustiadi yang saat ini menjabat sebagai Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) ditetapkan sebagai Wakil Rektor III (Bidang Riset, Inovasi dan Pengembangan Masyarakat Agromaritim).  Sementara Prof. Dr. Iskandar Z Siregar yang saat ini menjabat sebagai Direktur Program Internasional ditetapkan sebagai Wakil Rektor IV (Bidang Konektivitas Global, Kerjasama dan Alumni).

“Peraturan Pemerintah Nomor 66 Tahun 2013 Tentang Statuta IPB, mengamanatkan bahwa para wakil rektor harus bekerja sama sinergis dengan rektor,” ujar Prof Tridoyo. Selanjutnya disampaikan oleh Ketua MWA bahwa nomenklatur bidang tugas Wakil Rektor ditata ulang untuk menegaskan arah dan reorganisasi IPB sehingga mampu mempercepat proses pencapaian new level milestone untuk menuju IPB sebagai Techno-Socio Entrepreneurial University dalam kondisi serta lingkungan strategis nasional dan global yg sangat  cepat berubah. Dengan ditetapkannya empat Wakil Rektor oleh MWA maka pucuk kepemimpinan IPB University sudah lengkap, Rektor IPB University dan para Wakil Rektor secara sinergis, harmonis dan solid terus membawa IPB University mencapai puncak keunggulan baru yang memberikan manfaat signifikan bagi masyarakat dan bangsa Indonesia serta bagi keluarga besar IPB University.

Sementara itu, Rektor IPB University, Prof. Dr. Arif Satria mengatakan bahwa seorang wakil rektor dinilai dari tiga hal, yakni integritas, kapabilitas dan akseptabilitas.

“Para wakil rektor terpilih, memenuhi syarat tersebut dan memiliki chemistry yang sama, sehingga mudah untuk (diajak) cepat berlari. Oleh karena itu, para wakil rektor  terpilih diharapkan mampu mendampingi saya dalam menerjemahkan visi IPB University menjadi Techno-Socio Entrepreneurial University,” ujarnya.

Rencananya, empat wakil rektor terpilih akan dilantik oleh MWA pada tanggal 17 Februari 2023 di Kampus IPB Dramaga Bogor. (zul)

Published Date : 14-Feb-2023

Resource Person : Prof Arif Satria, Prof Tridoyo Kusumastanto

Keyword : IPB University, Wakil Rektor, MWA