Guru Besar Fakultas Kehutanan dan Lingkungan (Fahutan) IPB University, Prof Ervizal AM Zuhud menegaskan urgensi etnobotani dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan yang berdaulat, terutama di Papua sebagai kawasan tropis. Etnobotani adalah
Menanggapi kasus seorang anak yang kritis akibat gigitan ular, Prof Mirza Dikari Kusrini, Pakar Herpetologi IPB University, mengingatkan masyarakat akan bahaya bisa ular weling (Bungarus candidus). Menurutnya, jenis ular ini memiliki
Keindahan alam Raja Ampat tidak hanya terletak pada kekayaan lautnya, tetapi juga pada flora unik yang tumbuh di daratannya. Salah satunya adalah anggrek biru (Dendrobium azureum Schuit), spesies langka dan endemik
Prof Bambang Hero Saharjo selaku Executive Director Regional Fire Management Resource Center Southeast Asia (RFMRC-SEA), Fakultas Kehutanan dan Lingkungan (Fahutan) IPB University ikut menghadiri pertemuan The Global Fire Management Hub
Bogor, Mei 2025 β Di era digital seperti sekarang, generasi muda yang dikenal sebagai Gen Z hidup berdampingan dengan teknologi. Mahasiswa masa kini terbiasa mendapatkan informasi secara instan lewat layar
Fakultas Kehutanan dan Lingkungan (Fahutan) IPB University menjalin kemitraan strategis dengan Sinar Wijaya Group (SWG) melalui penandatanganan Nota Kesepakatan (Memorandum of Agreement/MoA). Kerja sama ini bertujuan untuk memperkuat sinergi antara
Guru Besar Ilmu Agroforestri IPB University, Prof Nurheni Wijayanto, memaparkan secara komprehensif bagaimana agroforestri dapat menjadi jawaban untuk tantangan lingkungan dan ekonomi di Indonesia. Prof Nurheni menjelaskan bahwa model agroforestri
Rahayu Oktaviani, SHut, MSc, alumnus IPB University dari Departemen Konservasi Sumberdaya Hutan dan Ekowisata (KSHE), Fakultas Kehutanan dan Lingkungan (Fahutan) meraih penghargaan Whitley Award 2025. Ayu, sapaan akrabnya, terpilih sebagai
Memperingati Hari Keanekaragam Hayati Internasional pada 22 Mei tahun ini, IPB University menyatakan dukungannya terhadap upaya menjadikan lutung sentarum sebagai salah satu satwa yang masuk dalam mandat pengelolaan dan konservasi